Abstrak


Partisipasi Petani dalam Program Kemitraan Gula Kelapa Koperasi Produsen Karnika Mandiri Sejahtera di Kabupaten Purworejo


Oleh :
Nisabela Dian Utami - H0422079 - Fak. Pertanian

Koperasi Produsen Karnika Mandiri Sejahtera didirikan untuk meningkatkan kemandirian usaha tani dan menjamin kestabilan harga jual gula kelapa petani melalui program kemitraan. Permasalahan yang dihadapi koperasi berupa belum optimalnya partisipasi petani dalam program kemitraan koperasi, salah satunya pada penjualan gula kelapa melalui koperasi. Hal ini terlihat dari data rekap penjualan gula kelapa di koperasi pada bulan Januari – Agustus 2025 yang menunjukkan hanya 52% petani yang menjual hasil produksi gula kelapa di koperasi, padahal partisipasi aktif anggota adalah kunci pengembangan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat partisipasi petani dalam program kemitraan gula kelapa; (2) menganalisis pengaruh luas lahan usaha tani, pengalaman usaha tani, lama keanggotaan, kualitas layanan koperasi, dukungan kelompok tani, dan peran penyuluh pertanian secara simultan terhadap partisipasi petani; (3) menganalisis pengaruh luas lahan usaha tani, pengalaman usaha tani, lama keanggotaan, kualitas layanan koperasi, dukungan kelompok tani, dan peran penyuluh pertanian secara parsial terhadap partisipasi petani. Penelitian ini mengacu pada teori partisipasi Cohen dan Uphoff (1980). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo tepatnya di Koperasi Produsen Karnika Mandiri Sejahtera. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 petani anggota Koperasi Produsen Karnika Mandiri Sejahtera yang dihitung menggunakan Rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10% dan dipilih secara proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, pencatatan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat partisipasi petani dalam program kemitraan gula kelapa berada pada kategori tinggi; (2) secara simultan, luas lahan usaha tani, pengalaman usaha tani, lama keanggotaan, kualitas layanan koperasi, dukungan kelompok tani, dan peran penyuluh pertanian berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani; (3) secara parsial, kualitas layanan koperasi dan dukungan kelompok tani berpengaruh signifikan, sedangkan luas lahan, pengalaman usaha tani, dukungan kelompok tani, dan peran penyuluh pertanian tidak berpengaruh signifikan. Faktor yang dominan adalah dukungan kelompok tani. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa partisipasi petani dalam program kemitraan lebih ditentukan pada aspek kelembagaan dan sosial yang berupa kualitas layanan koperasi dan dukungan kelompok tani. Upaya peningkatan partisipasi petani perlu difokuskan pada penguatan kualitas layanan koperasi dan dukungan kelompok tani.