Abstrak


Analisis Kandungan Kalsium Karbonat (CaCO₃) pada Air Sumur Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul dengan Pendekatan DPSIR


Oleh :
Roi Andrianto - M0822074 - Fak. MIPA

Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul merupakan kawasan karst yang masih bergantung pada air sumur sebagai sumber utama air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi geologi tersebut berpotensi meningkatkan kandungan mineral yang dinyatakan sebagai kalsium karbonat (CaCO₃), sehingga memengaruhi tingkat kesadahan air dan berpotensi berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan CaCO₃ pada air sumur, mengevaluasi kesesuaiannya terhadap baku mutu, mengkaji hubungannya dengan kondisi kesehatan masyarakat, serta menyusun rekomendasi pengelolaan air sumur menggunakan pendekatan Driving Forces–Pressures–State–Impacts–Responses (DPSIR). Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium terhadap 11 sampel air sumur menggunakan metode titrasi kompleksometri EDTA, analisis data diagnosis gangguan saluran kemih dari Puskesmas Semin II Tahun 2025, dan wawancara terhadap 11 narasumber yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kandungan CaCO₃ berkisar antara 109,76–542,08 mg/L dengan rata-rata 307,69 mg/L. Sebanyak sembilan sampel tergolong sangat sadah, satu sadah, dan satu sedang berdasarkan klasifikasi WHO. Analisis DPSIR menunjukkan bahwa kondisi geologi karst, ketergantungan masyarakat terhadap air sumur, dan proses pelarutan batuan karbonat menjadi faktor utama tingginya kandungan CaCO₃. Tingginya kandungan CaCO₃ berpotensi menjadi salah satu faktor risiko lingkungan terhadap gangguan saluran kemih, meskipun kondisi tersebut bersifat multifaktorial. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pemantauan kualitas air, edukasi masyarakat, peningkatan akses air bersih, dan pengolahan air sederhana.