Abstrak


Analisis Pengendalian Persediaan Jaringan Drop Core Menggunakan Metode Min-Max Stock pada PT Telkom Akses (Studi kasus: PT Telkom Akses Witel Solo)


Oleh :
Jingga Ulfah Dewi Agustin - V1623046 - Sekolah Vokasi

Pengendalian persediaan material drop core merupakan aspek kritis dalam operasional PT Telkom Akses Witel Solo sebagai penyedia jasa instalasi dan pemeliharaan jaringan FTTH. Kondisi pengendalian yang berjalan menunjukkan ketidakefisienan yang ditandai oleh rendahnya tingkat perputaran stok serta keterlambatan instalasi akibat kekosongan material di gudang, yang berdampak pada pemenuhan Service Level Agreement pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan material drop core menggunakan metode Min-Max Stock, mengidentifikasi faktor penyebab ketidakefisienan beserta dampaknya, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas pengendalian persediaan.Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara terpimpin, dan dokumentasi internal. Analisis akar masalah menggunakan Fishbone Diagram, sedangkan pengendalian persediaan dianalisis melalui perhitungan safety stock, minimum stock, maximum stock, dan reorder point dengan metode Min-Max Stock.Hasil penelitian mengidentifikasi empat faktor penyebab ketidakefisienan, yaitu manusia, sistem, material, dan lingkungan. Penerapan metode Min-Max Stock menghasilkan safety stock 33.144 meter, minimum stock 64.582 meter, dan maximum stock 96.020 meter. Secara finansial, metode ini menekan biaya penyimpanan dari Rp2.566.410 menjadi Rp717.506 per periode, atau menghemat Rp1.848.904 per periode dibandingkan kondisi sebelumnya. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa metode Min-Max Stock mampu menetapkan batas persediaan yang proporsional sehingga pengadaan lebih terencana dan efisien. Strategi perbaikan mencakup penguatan standar pencatatan stok, penerapan metode sebagai parameter baku, rekonsiliasi fisik berkala, dan penyesuaian batas stok berdasarkan riwayat pemakaian. Penelitian selanjutnya disarankan mencakup seluruh jenis material FTTH dengan rentang data lebih panjang untuk hasil yang lebih optimal.