Abstrak
DETERMINAN SOSIAL KESEHATAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA KOGNITIF PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KABUPATEN KLATEN
Oleh :
Emalia Rizqi Anggita - S022502003 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Penurunan fungsi kognitif
merupakan salah satu dampak utama hipertensi pada populasi lansia. Kerangka
Determinan Sosial Kesehatan (SDoH) berperan penting dalam menjelaskan
bagaimana faktor-faktor nonmedis memengaruhi kesehatan seseorang, termasuk
kinerja kognitif dengan mengintegrasikan Social Cognitive Theory (SCT).
Tujuan : Menganalisis hubungan
faktor-faktor SDoH dan faktor perilaku berbasis SCT dengan kinerja kognitif
pada lansia hipertensi di Kabupaten Klaten.Subjek dan Metode: Penelitian cross-sectional
ini dilaksanakan di Posyandu Lansia dan kelompok Program Pengelolaan Penyakit
Kronis (Prolanis) di Kabupaten Klaten, pada bulan Februari hingga Maret 2026.
Sebanyak 120 lansia dengan hipertensi yang berusia ≥60 tahun dipilih
menggunakan teknik multistage sampling. Variabel dependen adalah kinerja
kognitif. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan, status tinggal,
aktivitas fisik, aktivitas sosial, efikasi diri, harapan hasil, dan tujuan. Data
dianalisis menggunakan path analysis.Hasil: Tingkat pendidikan (b=0.51;
95% CI=0.075-0.94; p=0.021), aktivitas fisik (b=0.73; 95% CI=0.15-1.30;
p=0.013), aktivitas sosial (b=0.12; 95% CI=0.078-0.165; p<0.001), efikasi
diri (b=0.38; 95% CI=0.043-0.71; p=0.027), dan harapan hasil (b=0.60; 95%
CI=0.21-0.97; p=0.002) memiliki hubungan langsung positif dengan
kinerja kognitif pada lansia hipertensi. Status tinggal (b=-0.39;
95%CI=-0.98-0.19; p=0.192) dan tujuan (b=-0.37; 95% CI =-0.779-0.033;p=0.072)
tidak memiliki hubungan langsung yang signifikan dengan kinerja kognitif.
Tingkat pendidikan, status tinggal, dan aktivitas sosial berhubungan secara
tidak langsung dengan kinerja kognitif melalui efikasi diri dan harapan hasil.
Efikasi diri berhubungan positif dengan harapan hasil (b=0.55; 95% CI =0.468-0.628;
p<0.001) dan tujuan (b=0.48; 95% CI =0.371-0.603; p<0.001).Kesimpulan: Kinerja kognitif pada lansia
hipertensi dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, aktivitas fisik, aktivitas
sosial, efikasi diri dan harapan hasil. Implementasi program promotif dan
preventif berbasis komunitas dapat mendukung pemeliharaan kinerja kognitif pada
lansia hipertensi.