Abstrak


ASPEK MISTIS PADA TUJUH CERKAK MISTIS ALAMING LELEMBUT DALAM MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT EDISI 28-34 TAHUN 2022 (TINJAUAN RESEPSI SASTRA)


Oleh :
Iwang Sahputra Gumay - B0122042 - Fak. Ilmu Budaya

Iwang Sahputra Gumay. B0122042. Aspek Mistis Pada Tujuh Cerkak Mistis Alaming Lelembut dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi 28-34 Tahun 2022 (Tinjauan Resepsi Sastra). Skripsi: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah keterkaitan antar unsur tujuh cerkak mistis Alaming Lelembut pada majalah edisi 28-34 tersebut ditinjau menggunakan teori struktural Robert Stanton meliputi fakta cerita, tema, sarana-sarana sastra, (2) Apa Unsur-unsur mistis yang terdapat dalam tujuh cerkak mistis pada Majalah Panjebar semangat edisi 28-32 tahun 2022, (3) Bagaimana tanggapan atau resepsi Mahasiswa Sastra Daerah Angkatan 2022, 2023 dan 2024 terhadap cerita mistis dalam ketujuh cerkak. Tujuan penelitian ini Adalah (1) Mendeskkripsikan hubungan antarunsur struktural cerita dari ketujuh cerkak mistis tersebut berdasarkan teori struktural Robert Stanton meliputi fakta cerita, tema dan sarana-sarana sastra;(2) Mendeskripsikan unsur-unsur mistis yang terdapat dalam tujuh cerkak mistis pada Majalah Panjebar Semangat edisi 28-34 tahun 2022;(3) Mendeskripsikan tanggapan atau resepsi Mahasiswa Sastra Daerah terhadap cerita mistis dalam tujuh cerkak, dengan menggunakan pendekatan Resepsi Sastra.Bentuk penelitian adalah penelitian sastra yang bersifat deskripsif kualitatif Sumber data penelitian berupa cerkak mistis alaming lelembut dimajalah panjebar semangat edisi 28-34 dan unsur mistis dalam cerkak mistis alaming lelembut, serta tanggapan pembaca yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Mahasiswa Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya sebagai sasarannya. Informan sejumlah 30 orang yang nanti dilakukan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh cerkak memiliki keterkaitan antar unsur struktural yang kuat dalam membangun suasana mistis, terutama melalui alur, latar, dan simbolisme. Unsur mistis yang ditemukan meliputi kehadiran makhluk halus, tempat angker, kepercayaan terhadap tumbal, serta praktik tradisi spiritual masyarakat Jawa. Sementara itu, resepsi mahasiswa menunjukkan adanya variasi pemaknaan yang dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan, pengalaman, dan generasi. Mahasiswa cenderung memandang unsur mistis tidak hanya sebagai bagian dari kepercayaan tradisional, tetapi juga penelitian ini menegaskan bahwa makna karya sastra bersifat dinamis dan terbentuk melalui interaksi antara teks dan pembaca, serta menunjukkan adanya pergeseran cara pandang generasi muda terhadap kemistisan dalam sastra Jawa.