Abstrak
Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Time Cost Trade Off (TCTO) Pada Proyek Pembangunan Rumah Tinggal Di Kabupaten Sukoharjo
Oleh :
Muhammad Iqbal Martendy - I0119116 - Fak. Teknik
Meningkatnya jumlah penduduk mendorong meningkatnya konstruksi di Indonesia khususnya bangunan rumah tinggal. Keberhasilan proyek konstruksi harus didukung manajemen waktu dan biaya yang optimal dan efisien agar dapat berjalan sesuai rencana dan mencegah terjadinya keterlambatan pekerjaan. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis total biaya dan waktu optimum proyek pembangunan Bangunan Rumah Tinggal di Kabupaten Sukoharjo menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) setelah dilakukan percepatan proyek, serta membandingkan alternatif skenario percepatan yang paling optimal dan efisien terhadap waktu dan biaya. Analisis percepatan proyek dengan metode TCTO ini menggunakan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan tenaga kerja pekerja. Untuk penambahan jam kerja dilakukan 4 skenario yaitu penambahan 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam kerja lembur, sedangkan untuk penambahan tenaga kerja dilakukan 2 skenario yaitu penambahan 1 pekerja dan 2 pekerja. Selain itu juga dilakukan kombinasi penambahan jam kerja sekaligus penambahan pekerja pada analisis TCTO ini. Hasil analisis biaya dan waktu menunjukkan setelah dilakukan percepatan proyek melalui alternatif penambahan jam kerja dan tenaga kerja dengan berbagai skenario percepatan mampu mempercepat durasi proyek dengan variasi penurunan total biaya pada masing-masing skenario dibandingkan pada kondisi normal. Adapun pada kondisi normal, durasi proyek adalah 140 hari dengan biaya total sebesar Rp627.895.075,75. Hal tersebut dikarenakan penurunan biaya tidak langsung seiring dengan durasi yang semakin singkat. Berdasarkan perbandingan antar alternatif skenario percepatan, maka skenario penambahan 4 jam kerja sekaligus 2 pekerja dipilih sebagai skenario optimal karena memberikan percepatan dengan biaya dan waktu dengan nilai efisiensi waktu sebesar 39,286% dan nilai efisiensi biaya 2,297%.