Abstrak
Pengembagan Biskuit Low-Gluten dengan Subtitusi Tepung Ketan Hitam dan Tepung Sukun Sebagai Alternatif Pangan Fungsional
Oleh :
Roihanah Bakhitah - V1823061 - Sekolah Vokasi
Biskuit merupakan salah satu produk pangan yang banyak
dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki cita rasa yang beragam, umur simpan
yang panjang, serta praktis untuk dikonsumsi. Namun, sebagian besar produk
biskuit masih menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama yang mengandung
gluten. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan
sehat serta pemanfaatan bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan biskuit low-gluten berbasis pangan lokal melalui
substitusi tepung ketan hitam dan tepung sukun sebagai alternatif pangan
fungsional. Tiga formulasi diuji, yaitu F1 (71,5% tepung ketan hitam : 6,5%
tepung sukun), F2 (65% : 13%), dan F3 (58,5% : 19,5%), dengan penggunaan tepung
terigu tetap sebanyak 52 g pada setiap formulasi. Hasil uji sensoris
menunjukkan bahwa F1 merupakan formulasi terbaik karena memiliki karakteristik
warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan yang paling disukai
panelis. Produk terbaik kemdian dianalisis secara kimia dan menghasilkan kadar
air 4,09%, kadar protein 4,69%, kadar lemak 10,37%, kadar karbohidrat 74,63%,
dan serat pangan total 4,96%. Analisis ekonomi yang mencakup biaya produksi,
Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), Return on
Investment (ROI), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Net Present Value
(NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP), serta
perancangan desain kemasan produk menunjukkan bahwa produk layak untuk
dikembangkan sebagai usaha. Dengan demikian, biskuit low-gluten dengan
formulasi F1 berpotensi menjadi camilan fungsional yang mendukung pemanfaatan
bahan pangan lokal serta memiliki nilai gizi yang baik.