Abstrak
PENGARUH EKSTRAK BUAH APEL ( MALLUS SYLVESTRIS MILL) SEBAGAI ANTI OKSIDAN DAN ANTI INFLAMASI PADA PASIEN RINITIS ALERGI
Oleh :
Niken Dyah Aryani Kuncorowati - T502208012 - Fak. Kedokteran
ABSTRAKPENGARUH EKSTRAK BUAH APEL ( MALLUS SYLVESTRIS MILL) SEBAGAI ANTI OKSIDAN
DAN ANTI INFLAMASI
(Kajian Terhadap kadar
Malondialdehid, Nuclear Factor kappa-Light-Chain-Enhancer
of Activated B Cells, Tumor
Necrosis Factor Alpha, Interleukin 6 ,Interleukin 8,gejala klinis
hidung tersumbat, bersin-bersin, hidung gatal, rhinorea)
PADA PASIEN RINITIS ALERGI Niken Dyah Aryani Kuncorowati Promotor
: Prof. Dr. Harijono Kario Sentono,
dr.,Sp.KK(K), FINSDV,FAADVKo Promotor 1: Prof. Dr. Bambang Purwanto,
dr.,Sp.PD-KGH.,FINASIMKo Promotor 2 : Dr.Made
Setiamika,dr.,Sp.T.H.T.B.K.L.,Subsp.Onko(K),FICS Latar Belakang: Rinitis alergi
persisten (PAR) ditandai
dengan peradangan kronik yang dimediasi oleh stres
oksidatif dan sitokin pro-inflamasi. Ekstrak apel yang kaya akan quercetin
menunjukkan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang menjanjikan. Tujuan:
Mengevaluasi efikasi terapeutik suplementasi ekstrak apel terhadap biomarker
inflamasi dan gejala klinis pada pasien dengan rinitis alergi persisten.Metode:
Uji randomized controlled trial ini melibatkan 40 orang dewasa dengan PAR yang dikonfirmasi dengan
uji tusuk kulit. Peserta
dibagi secara acak menjadi
empat kelompok: kontrol (perlakuan standar), kelompok perlakuan 1 (perlakuan
standar + ekstrak apel 100 mg/hari), kelompok perlakuan 2 (perlakuan standar +
ekstrak apel 200 mg/hari), dan kelompok perlakuan 3 (ekstrak apel 200 mg/hari saja).
Luaran primer meliputi kadar serum malondialdehid (MDA), faktor nuklir- kappa B
(NF-kB), faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α), interleukin-6 (IL-6), dan
interleukin-8 (IL-8) yang diukur pada awal dan hari ke-14. Gejala Klinis
meliputi Skor Gejala Nasal
Total (TNSS) untuk
hidung tersumbat, bersin,
hidung gatal, dan rinorea.Hasil:
Semua kelompok perlakuan menunjukkan penurunan penanda inflamasi yang
signifikan dibandingkan dengan nilai awal (p<0,05). Suplementasi ekstrak
apel menunjukkan efek yang bergantung dosis terhadap penurunan
MDA (kontrol: 1,696±1,041 vs. perlakuan 2: 1,993±1,014 pg/ml,
p<0,05). Kadar TNF-α
menurun secara signifikan di semua kelompok (p=0,005), dengan kelompok
perlakuan 2 menunjukkan penurunan terbesar. Kadar IL-6 dan IL-8 menurun secara signifikan
di semua kelompok perlakuan (p<0,001). Skor TNSS membaik secara signifikan
di semua kelompok ekstrak apel, dengan kelompok perlakuan 3 menunjukkan
perbaikan klinis terbesar (Δ=2,00±0,00, p=0,009).
Kesimpulan:
Suplementasi ekstrak apel memberikan manfaat antiinflamasi dan antioksidan yang
signifikan pada rinitis alergi persisten, dengan efek optimal diamati pada dosis harian
200 mg. Temuan
ini mendukung ekstrak
apel yang kaya quercetin sebagai terapi
komplementer yang efektif untuk manajemen PAR.