;

Abstrak


Analisis Faktor-Faktor Penentu Niat Membeli Kembali Minuman Kopi Gerobak Listrik Dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior


Oleh :
Yusuf Fauzi Suparman - S412308047 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat membeli minuman kopi gerobak listrik dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui survei terhadap 230 responden mahasiswa di Yogyakarta yang pernah membeli produk kopi gerobak listrik. Instrumen penelitian berupa 23 item kuesioner yang mencakup enam variabel utama: persepsi kualitas, harga, sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan niat membeli kembali. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Selain itu, harga juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Temuan lainnya menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli kembali. Selain itu, persepsi kualitas secara langsung juga berpengaruh positif signifikan terhadap niat pembelian namun untuk variabel harga menunjukkan negatif tidak signifikan terhadap niat membeli kembali. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa persepsi kualitas dan harga bertindak sebagai stimulus penting yang membentuk proses psikologis konsumen (sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku), yang pada akhirnya memengaruhi niat membeli kembali. Naman, harga bersifat sebaliknya atau negatif tidak signifikan apabila berhubungan langsung terhadap niat pembelian. Temuan ini memperluas penerapan Theory of Planned Behavior dalam konteks usaha coffee-to-go berbasis keberlanjutan dan memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, menetapkan harga yang sesuai persepsi nilai, serta memperkuat kemudahan akses dan transaksi guna mendorong pembelian ulang.