Abstrak
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Mas Bowo, Discovery Learning, dan Ekspositori pada Materi Sistem Koordinasi
Oleh :
Alifia Harisma Rustanti - K4322013 - Fak. KIP
Alifia Harisma Rustanti. K4322013. Pembimbing: Dr. Bowo Sugiharto, S.Pd., M.Pd. PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MAS BOWO, DISCOVERY LEARNING, DAN EKSPOSITORI PADA MATERI SISTEM KOORDINASI. Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2026.Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran biologi. Namun, pembelajaran di sekolah menengah atas masih cenderung berpusat pada guru sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa belum berkembang secara optimal. Materi sistem koordinasi merupakan materi biologi fase F yang bersifat kompleks dan abstrak, sehingga memerlukan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi proses berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran MAS BOWO, Discovery Learning, dan ekspositori pada materi sistem koordinasi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control group, pretest–postest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2025/2026, dengan sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes tulis kemampuan berpikir kreatif yang mencakup aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration), serta lembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji homogenitas Bartlett’s Test, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kreatif siswa antara ketiga model pembelajaran setelah mengontrol kemampuan awal (pretest) siswa (F(2, 94) = 12,47; p <0,001) dengan effect size sebesar 21% (η_p^2=0,21). Uji lanjut (post hoc) menunjukkan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran MAS BOWO dan Discovery Learning memperoleh rerata skor kemampuan berpikir kreatif yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas ekspositori, sedangkan antara model MAS BOWO dan Discovery Learning tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran MAS BOWO dan Discovery Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi sistem koordinasi dibandingkan dengan model ekspositori.