Abstrak
Analisis Determinan Pemanfaatan Layanan Kesehatan di Kota Blitar: Pendekatan Analisis Jalur
Oleh :
Afrizal Ikhsanul Fathoni - S022502013 - Fak. Kedokteran
Kota Blitar telah mencapai cakupan UHC (Universal Health Coverage/Cakupan Kesehatan Universal) sebesar 99,74% pada tahun 2024. Namun, layanan kesehatan masyarakat hanya dapat diakses oleh 34,6% penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara determinan pemanfaatan layanan kesehatan di Kota Blitar.Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain survei cross-sectional, melibatkan 405 responden di Kota Blitar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner terstruktur yang mengukur karakteristik demografis, status sosial ekonomi, status kesehatan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan aspek perilaku psikologis (sikap, norma subjektif, efikasi diri, dan niat) yang dinilai pada skala likert. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Stata 17 melalui pendekatan pemodelan analisis jalur pada tingkat signifikansi 95% (α = 0,05).Hasil analisis jalur mengungkapkan lima faktor utama yang secara signifikan memengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan. Secara langsung, variabel jenis kelamin (b=0,15; CI 95% = 0,05 hingga 0,26; p=0,005), status perkawinan (b=0,13; CI 95% = 0,02 hingga 0,24; p=0,017), dan niat perilaku (b=0,07; CI 95% = 0,03 hingga 0,12; p=0,003) terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan. Sementara itu, secara tidak langsung, efikasi diri menjadi prediktor positif yang paling dominan terhadap niat perilaku (b=0,54; CI 95% = 0,49 hingga 0,59; p<0,001), diikuti oleh sikap perilaku (b=0,09; CI 95% = 0,02 hingga 0,15; p=0,009).Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa efikasi diri, jenis kelamin, status perkawinan, sikap, dan niat merupakan faktor penentu yang paling dominan. Oleh karena itu, pemerintah setempat direkomendasikan untuk segera menyederhanakan sistem digital, mengoptimalkan program kesehatan pria, serta mentransformasi kualitas layanan kesehatan agar pemanfaatan fasilitas medis operasional dapat sejalan dengan pesatnya laju pencapaian UHC di Kota Blitar.