Abstrak


Inovasi Layanan sebagai Upaya Perluasan Akses Koleksi Langka di Muhammadiyah Corner Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta


Oleh :
Gea Ninda Kharisma - V1023032 - Sekolah Vokasi

Muhammadiyah Corner merupakan salah satu unit layanan di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang mengelola koleksi langka bernilai sejarah dan institusional yang tinggi, tetapi kondisi fisik koleksi yang rapuh menjadi hambatan penyebaran informasi. Keterbatasan tersebut mendorong pengembangan inovasi layanan yang dapat menjembatani keterbatasan akses fisik dengan kebutuhan informasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan inovasi layanan di Muhammadiyah Corner Perpustakaan UMY serta hambatan yang dihadapi dalam memperluas akses koleksi langka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dari satu informasi kunci, yaitu penanggung jawab Muhammadiyah Corner Perpustakaan UMY melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang kemudian diverifikasi melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi layanan di Muhammadiyah Corner Perpustakaan UMY memenuhi kriteria inovasi horizontal melalui penambahan layanan baru berupa kemas ulang informasi dan inovasi vertikal melalui perubahan metode kerja, pemanfaatan teknologi digital, serta perubahan peran pustakawan dalam penyediaan layanan sehingga secara keseluruhan membentuk inovasi diagonal. Inovasi layanan berbasis kemas ulang informasi tersebut dilakukan melalui tahapan pemilihan informasi, pengolahan, pengemasan, dan penyebaran informasi dengan tujuan agar koleksi langka dapat diakses lebih luas tanpa meningkatkan kerusakan pada koleksi fisik. Dalam pengembangannya, Muhammadiyah Corner Perpustakaan UMY menghadapi beberapa hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, kondisi infrastruktur yang belum memenuhi standar konservasi, dan ekosistem pengguna yang belum memiliki kedekatan akademis dengan koleksi langka Muhammadiyah. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi layanan berbasis kemas ulang informasi tidak hanya berfungsi sebagai produk informasi, tetapi juga sebagai bentuk inovasi layanan yang mendukung perluasan akses koleksi langka.