Abstrak


Analisis Pola Perjalanan Sepeda Motor Berbasis Agent-Based Modeling pada Platform Anylogic (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Sebelas Maret)


Oleh :
Faisa Dalilah Listyowati - I0122069 - Fak. Teknik

Sepeda motor merupakan moda transportasi utama yang paling dominan digunakan di area kampus UNS. Tingginya populasi dan intensitas penggunaan kendaraan ini,  berdampak langsung pada peningkatan emisi gas buang dan polusi udara. Karena sebaran emisi sangat dipengaruhi oleh konsentrasi lalu lintas, maka identifikasi pola perjalanan dan arus pergerakan sepeda motor perlu dilakukan, untuk memetakan lokasi kepadatan tertinggi. Kajian terdahulu perihal identifikasi pola perjalanan dan arus pergerakan sepeda motor, sudah dilakukan peneliti dengan menggunakan pendekatan Agent-Based Modeling (ABM) pada platform AnyLogic, namun sebatas area pada satu fakultas saja. Karena skupnya dirasa  masih terlalu sempit, maka skup areanya perlu diperluas. Penelitian ini merupakan kajian yang sama, yakni melakukan identifikasi Pola Perjalanan Sepeda Motor Berbasis Agent-Based Modeling pada Platform AnyLogic meliputi 13 Fakultas. Metode yang dilakukan adalah melalui survei data lalu lintas (traffic counting) di ruas-ruas jalan di lingkungan kampus UNS dan melalui kuesioner wawancara di 13 fakultas. Data pergerakan selanjutnya diolah sebagai input dalam simulasi AnyLogic, lalu divalidasi menggunakan regresi linear untuk menguji kesesuaian antara hasil simulasi dan data TC. Kalibrasi model dilakukan secara iteratif apabila hasil simulasi belum memenuhi batas keandalan. Hasil menunjukkan lima pasangan asal–tujuan dominan: Gerbang Samping–FKIP (5.910 perjalanan), Gerbang Samping–Teknik (4.833), Gerbang Samping–FEB (3.315), Gerbang Samping–Hukum (3.299), dan Gerbang Belakang–Pertanian (3.130). Jam puncak pagi terjadi pukul 07.00–08.00 WIB di kedua gerbang, sedangkan sore terjadi pukul 14.00–15.00 WIB di Gerbang Samping dan 15.00–16.00 WIB di Gerbang Belakang. Nilai R² sebesar 0,88–0,97, seluruhnya di atas ambang batas 0,85, menunjukkan bahwa model memiliki kesesuaian pola temporal yang cukup baik terhadap data traffic counting pada hari survei dilakukan. Penelitian ini menyediakan data empiris pola perjalanan dan lokasi kepadatan tertinggi, yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan awal, seperti penentuan kebutuhan area parkir maupun evaluasi kapasitas jalan pada titik dengan konsentrasi pergerakan tinggi.