Abstrak


Perpindahan Zonasi dan Strategi Livelihood Pedagang Oprokan Pasar Jongke Surakarta


Oleh :
Dwita Rahma Abzulla - D0322037 - Fak. ISIP

Penelitian ini mengkaji dampak perpindahan zonasi terhadap strategi livelihood pedagang oprokan di Pasar Jongke Surakarta pasca revitalisasi. Revitalisasi Pasar Jongke merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional melalui penataan infrastruktur dan sistem zonasi. Pasar Jongke diresmikan pada 27 Juli 2024 dengan anggaran Rp124,6 miliar dan menerapkan zonasi vertikal yang menempatkan pedagang oprokan di lantai tiga. Kebijakan tersebut menimbulkan perubahan terhadap aktivitas perdagangan dan kondisi sosial-ekonomi pedagang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbahan sosial-ekonomi pasca renovasi, latar belakang perpindahan zonasi, dampak perpindahan zonasi terhadap aktivitas jual beli, serta strategi livelihood yang dikembangkan pedagang untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistic inquiry yang dipadukan dengan Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons dan Sustainable Livelihood Approach (SLA) Ian Scoones. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pedagang oprokan, pembeli, pengelola pasar, paguyuban pasar, serta Dinas Perdagangan Kota Surakarta. Analisis data menggunakan model interaktif oleh Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan ke lantai tiga menyebabkan penurunan pendapatan pedagang sebesar 40 – 60% akibat berkurangnya jumlah pembeli karena keterbatasan aksesibilitas, terutama tidak tersedianya lift atau eskalator. Kondisi tersebut juga mengubah aktivitas jual beli dan meningkatkan kerentanan sosial-ekonomi pedagang. Untuk mempertahankan usahanya, pedagang mengembangkan tiga strategi livelihood, yaitu intensifikasi relasi pelanggan melalui layanan pengiriman berbasis WhatsApp, penyesuaian produk dan harga, serta diversifikasi saluran distribusi melalui penitipan barang di kios lantai bawah. Penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial menjadi aset yang paling berperan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha pedagang serta memperluas penerapan Sustainable Livelihood Approach pada pasar tradisional perkotaan.