Abstrak
INOVASI KERUPUK DENGAN FORTIFIKASI BUBUK LEMI RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS)
Oleh :
Anisa Ainur Rohmah - V1823008 - Sekolah Vokasi
Kerupuk
merupakan makanan ringan populer di Indonesia, namun umumnya memiliki kandungan
gizi yang rendah karena didominasi oleh pati. Penelitian ini bertujuan untuk
menginovasi produk kerupuk menjadi pangan fungsional melalui fortifikasi bubuk
lemi rajungan untuk meningkatkan nilai gizi, khususnya kandungan protein dan
asam amino. Penelitian ini menggunakan 4 formula perlakuan dengan perbedaan
konsentrasi fortifikasi bubuk lemi rajungan terhadap tepung tapioka, yaitu
Kontrol (0%), F1 (2%), F2 (7%), dan F3 (12%). Pemilihan formula terbaik
dilakukan melalui uji organoleptik metode hedonik parameter warna, aroma, rasa,
tekstur, dan overall yang kemudian dilanjutkan dengan analisis kimia
(proksimat) pada formula terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan bubuk lemi rajungan berpengaruh nyata terhadap karakteristik
sensoris dan kimia produk. Formula terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis
adalah F1 (2%). Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa pada formula terpilih
terjadi peningkatan kadar protein yang signifikan menjadi 2,39%, dibandingkan
dengan formula kontrol yang hanya sebesar 0,86%. Hasil analisis menunjukkan
bahwa kerupuk dengan fortifikasi bubuk lemi memiliki profil asam amino yang
lengkap, dengan kandungan Asam Glutamat tertinggi sebesar 7,195% yang
memberikan rasa gurih alami, serta asam amino esensial utama berupa Leusin
(5,655%) dan Lisin (4,255%). Berdasarkan analisis kelayakan usaha, produk
kerupuk ini dengan asumsi kapasitas produksi 1.500 kemasan per bulan dengan
Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp5.562/kemasan. Dengan margin keuntungan 40%,
harga jual produk ditetapkan sebesar Rp8.000 per kemasan dengan berat bersih 150
g. Memiliki nilai B/C ratio sebesar 1,4, dimana dapat dikategorikam bahwa usaha
ini layak untuk dijalankan.