Abstrak


Pengaruh Pemasangan Trap Barrier System (TBS) dengan Modifikasi Waktu Pemasangan terhadap Serangan Tikus pada Tanaman Padi


Oleh :
Mina Khussaniah - H0722097 - Fak. Pertanian

Padi merupakan bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Kabupaten Klaten di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi padi karena serangan tikus (Rattus argentiventer). Trap Barrier System (TBS) sebagai suatu sistem pengendalian tikus yang mengintegrasikan tanaman umpan (lure crop) dengan perangkap bubu (trap) telah dikembangkan oleh Kementrian Pertanian tetapi belum banyak diterapkan petani. Pemasangan TBS dimodifikasi dengan memanfaatkan tanaman perangkap dari petak padi yang terakhir panen sehingga lebih praktis dan adaptif pada pola tanam tidak serempak. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemasangan TBS terhadap populasi tikus dan intensitas serangan pada musim tanam berikutnya. Penelitian dilaksanakan di Delanggu dan Polanharjo, Klaten mulai Juni hingga Oktober 2025. Penelitian dilaksanakan melalui pengamatan langsung (metode observasi) di lahan yang dipasangi TBS. Pemasangan TBS dilakukan di 3 lokasi, yaitu 2 unit di Desa Bowan Kecamatan Delanggu dan 1 unit di Desa Borongan Kecamatan Polanharjo. Jumlah tangkapan tikus diihitung dari banyaknya tikus yang terperangkap setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TBS dengan modifikasi waktu pemasangan pada fase generatif padi selama 7 minggu mampu menurunkan populasi tikus. Intensitas serangan tikus sebelum pemasangan TBS mencapai lebih dari 80%. Intensitas serangan tikus setelah pemasangan TBS menunjukkan penurunan menjadi 0,53% hingga 23,73% pada musim tanam berikutnya.