Abstrak
Analisis Efisiensi Pemasaran Nanas Madu di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga
Oleh :
Alfi Natsiroh - H0822011 - Fak. Pertanian
Penelitian bertujuan mengetahui pola saluran pemasaran, peran dan fungsi pemasaran,
biaya, keuntungan, dan margin pemasaran, serta tingkat efisiensi pemasaran
nanas madu di Kecamatan Karangreja, Kabupaten PurbalinggaMetode
dasar penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Jumlah sampel petani sebanyak 30 orang dengan
penentuan sampel menggunakan teknik
probability sampling pendekatan proportional random sampling. Penentuan
sampel lembaga pemasaran menggunakan metode snowball sampling berjumlah 15 responden. Sumber data penelitian
berasal dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan terdapat empat pola saluran pemasaran nanas madu yaitu
saluran I: petani, pedagang
pengecer, konsumen akhir; saluran II: petani, penebas, konsumen akhir; saluran
III: petani, penebas, pedagang pengecer, konsumen akhir; saluran IV: petani,
penebas, pengepul, pedagang pengecer, konsumen akhir. Fungsi
pemasaran yang dijalankan berupa fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi
fasilitas. Total
biaya saluran I Rp446/buah, keuntungan Rp546/buah, dan margin Rp850/buah. Total
biaya pemasaran saluran II Rp528/buah, keuntungan Rp357/buah, dan margin
Rp885/buah. Total biaya pemasaran saluran III Rp581/buah,
keuntungan Rp1.461/buah, dan margin Rp2.042/buah. Total biaya pemasaran
saluran IV Rp934/buah, keuntungan Rp1.666/buah, dan margin Rp2.600/buah. Saluran I, saluran
II, dan saluran III dikategorikan sebagai saluran pemasaran yang efisien karena
nilai persentase margin yang rendah serta farmer's sharenya >50%.
Sedangkan saluran IV dikategorikan sebagai saluran pemasaran yang tidak efisien
karena nilai persentase margin yang tinggi serta farmer’s share <50%.