Abstrak
Pengembangan Prototipe Hardware dan Infrastruktur Server Sistem Diagnosis Dini Penyakit Telinga Berbasis Deep Learning Terintegrasi Internet of Things
Oleh :
Michael Jamie Aditya - V3423051 - Sekolah Vokasi
Gangguan
pendengaran akibat infeksi telinga seperti otitis media masih menjadi masalah
kesehatan yang signifikan, terutama pada anak-anak, dengan prevalensi mencapai
4,6% penduduk Indonesia. Metode diagnosis konvensional menggunakan otoskop
memiliki keterbatasan karena sangat bergantung pada keahlian tenaga medis,
sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas dan keterlambatan diagnosis,
terlebih di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan prototipe perangkat keras dan infrastruktur server
untuk sistem diagnosis dini penyakit telinga berbasis Deep Learning yang
terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).Metode
pengembangan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan
model Prototype, meliputi tahapan studi literatur, pengumpulan dan
pra-pemrosesan data, perancangan hardware, pengembangan model Deep Learning
berbasis YOLOv8, implementasi pada perangkat NVIDIA Jetson Nano, pengembangan
sistem website, integrasi IoT, serta pengujian dan evaluasi sistem. Prototipe
yang dikembangkan mengintegrasikan kamera endoskopi USB beresolusi Full HD
dengan lebar lensa 3,9 mm, LCD touchscreen resistif 4 inci, dan Jetson Nano
Developer Kit sebagai unit pemrosesan utama berbasis edge computing, yang
dikemas dalam casing hasil 3D printing.
Pengujian
dilakukan menggunakan metode Black Box Testing dan Performance Testing terhadap
fungsi daya, akuisisi citra, tampilan output, proses inferensi, serta
stabilitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen perangkat
keras berfungsi dengan baik, mampu melakukan akuisisi citra dan inferensi model
Deep Learning secara real-time dengan latensi rendah tanpa ketergantungan penuh
pada koneksi internet, serta menunjukkan stabilitas yang baik selama
pengoperasian berkelanjutan. Meskipun demikian, aspek ergonomi dan portabilitas
perangkat masih perlu ditingkatkan pada pengembangan selanjutnya. Sistem ini
diharapkan dapat membantu tenaga medis meningkatkan akurasi diagnosis serta
memperluas akses layanan kesehatan telinga, terutama di daerah dengan
keterbatasan fasilitas medis.