Abstrak


Analisis Penyelesaian Klaim Surety Bond terhadap Principal Wanprestasi pada PT Asuransi Umum Bumida 1967 Cabang Solo


Oleh :
Bonita Sari - V1723023 - Sekolah Vokasi

Risiko wanprestasi dalam pelaksanaan proyek dapat menimbulkan kerugian bagi obligee dan mengakibatkan pengajuan klaim atas jaminan surety bond. Dalam praktiknya, penyelesaian klaim surety bond dan pelaksanaan subrogasi melibatkan berbagai pihak serta melalui tahapan yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian klaim surety bond dan pelaksanaan subrogasi terhadap principal wanprestasi pada PT Asuransi Umum Bumida 1967 Cabang Solo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi dengan pihak-pihak terkait di kantor cabang, yaitu Staf Klaim & Polis serta Asisten Pemasaran. Analisis data dilakukan dengan model Miles & Huberman meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan kasus klaim proyek pembangunan/relokasi pasar sebagai ilustrasi untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai penerapan mekanisme penyelesaian klaim dan pelaksanaan subrogasi dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian klaim surety bond pada PT Asuransi Umum Bumida 1967 Cabang Solo dilakukan melalui tahap verifikasi dokumen klaim, analisis klaim, serta penyelesaian dan pembayaran klaim berdasarkan kerugian riil yang dapat dibuktikan. Dalam kasus yang diteliti, proses penyelesaian klaim menghadapi kendala berupa keterlambatan pemenuhan dokumen pendukung klaim dan perbedaan penilaian kerugian antara obligee dan principal sehingga proses penyelesaian klaim berlangsung selama kurang lebih delapan bulan. Setelah pembayaran klaim dilakukan, perusahaan melaksanakan hak subrogasi berdasarkan Indemnity Agreement melalui upaya recovery kepada principal. Recovery dilakukan melalui penerbitan Surat Peringatan I, II, dan III serta pengamanan agunan. Namun, dalam kasus yang diteliti, recovery belum dapat diselesaikan karena keterbatasan kemampuan finansial principal.