Abstrak


Rainwater Harvesting sebagai Solusi Alternatif Penyediaan Air Bersih


Oleh :
Najwa 'asila Agustin - V4223051 - Sekolah Vokasi

Ketersediaan air bersih pada wilayah rawan kekeringan masih menjadi permasalahan, terutama pada rumah tangga yang bergantung pada PDAM dengan biaya yang terus meningkat. Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, memerlukan penyediaan air yang efisien. Penelitian ini menganalisis kebutuhan air domestik, potensi volume air hujan, serta pengaruh sistem Rainwater Harvesting (RWH) terhadap penggunaan dan biaya air PDAM. Penelitian menggunakan data curah hujan tahun 2011–2025 dari tiga stasiun hujan yang dianalisis melalui metode Thiessen Polygon dan distribusi Log Pearson Tipe III. Potensi volume air hujan dihitung melalui luas atap, hujan efektif, serta koefisien limpasan. Analisis meliputi kebutuhan air, neraca air, perencanaan sistem RWH, serta biaya menggunakan AHSP dan RAB. Sistem terdiri atas talang, First Flush Diverter (FFD), tangki 1 m3 , dan jaringan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air domestik sebesar 9,3 m³/bulan dengan kebutuhan air non konsumsi sebesar 4,557 m³/bulan. Analisis neraca air mengidentifikasi bulan Juli sebagai periode kritis dengan potensi volume air hujan sebesar 0,98 m³/bulan. Pada kondisi tersebut, sistem Rainwater Harvesting (RWH) mampu mengurangi penggunaan air PDAM menjadi 3,58 m³/bulan atau sebesar 21%. Biaya menurun dari Rp 22.785 menjadi Rp 17.904 per bulan dengan penghematan Rp 4.881. Estimasi biaya sistem sebesar Rp 5.093.028 (analitik) dan Rp5.093.026 (engineering tools). Sistem RWH berpotensi menjadi alternatif penyediaan air yang efisien pada wilayah rawan kekeringan.