Abstrak
PENGUATAN KETERAMPILAN KERJA SAMA UNTUK MEMBENTUK CIVIC SKILLPESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PASKIBRAKADI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KOTA MADIUN
Oleh :
Dinda Putri Nabila - K6422027 - Fak. KIP
Penelitian
ini bertujuan (1) menganalisis penguatan keterampilan kerja sama peserta didik
sebagai upaya membentuk civic skill melalui kegiatan ekstrakurikuler
Paskibraka di SMA Negeri 1 Kota Madiun pada tahun 2025; (2) mengidentifikasi
dan menjelaskan faktor-faktor pendukung dan penghambat penguatan keterampilan
kerja sama peserta didik sebagai upaya membentuk civic skill melalui
kegiatan ekstrakurikuler Paskibraka di SMA Negeri 1 Kota Madiun. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan subjek
penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian
berada di SMA Negeri 1 Kota Madiun. Pengujian validitas data menggunakan
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penguatan keterampilan kerja sama peserta didik melalui kegiatan Paskibraka
dilaksanakan melalui evaluasi rutin setelah latihan, penanaman jiwa korsa dan
solidaritas kelompok, pembiasaan mengutamakan kepentingan kelompok, penerapan
disiplin dalam mematuhi komando, penyelesaian konflik melalui musyawarah,
pemberian tanggung jawab individu dalam kelompok, serta pembinaan karakter
secara berkelanjutan. Evaluasi rutin dilakukan sebagai ruang refleksi bersama
untuk memperbaiki kekompakan, kedisiplinan, dan koordinasi anggota. Penanaman
jiwa korsa dan solidaritas kelompok dilakukan melalui pembiasaan saling
membantu, saling mendukung, dan menjaga kekompakan tim. Pembiasaan mengutamakan
kepentingan kelompok ditanamkan melalui penerimaan tugas dan posisi sesuai
arahan tanpa mementingkan kepentingan pribadi. Penerapan disiplin dalam
mematuhi komando dilakukan melalui latihan baris-berbaris, kepatuhan terhadap
aba-aba, dan keserempakan gerakan. Penyelesaian konflik dilakukan melalui
musyawarah agar anggota mampu menyampaikan pendapat, menerima masukan, dan
mencari solusi bersama. Pemberian tanggung jawab individu dilakukan melalui
pembagian peran dalam kelompok, sedangkan pembinaan karakter berkelanjutan
dilakukan melalui arahan, teguran, motivasi, dan keteladanan pembina serta
pelatih. Adapun faktor pendukung penguatan keterampilan kerja sama meliputi
peran pembina dan pelatih yang konsisten, budaya disiplin yang sudah tertanam,
penanaman jiwa korsa dan solidaritas kelompok, dukungan dari pihak sekolah,
serta evaluasi rutin setelah latihan. Sementara itu, faktor penghambatnya
meliputi perbedaan karakter antaranggota, tingkat kedisiplinan yang tidak
merata, egoisme antaranggota, persaingan untuk menempati posisi inti, kurangnya
konsistensi sebagian anggota, serta kurangnya kemampuan komunikasi
interpersonal.