Abstrak
HUBUNGAN ASUPAN DAN RASIO ASAM LEMAK JENUH–TIDAK JENUH DENGAN KEJADIAN BERAT LEBIH DAN OBESITAS REMAJA DI SMPN 15 SURAKARTA
Oleh :
Muhammad Arifian Karim Yamsun - G0022135 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang: Berat lebih dan obesitas pada remaja terus meningkat dan dipengaruhi
oleh kualitas asupan lemak. Rasio asam lemak tidak jenuh dan jenuh (UFA/SFA) digunakan untuk menggambarkan keseimbangan konsumsi kedua jenis asam lemak, tetapi bukti pada
remaja masih terbatas.Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 97 siswa SMP Negeri 15 Surakarta
yang dipilih secara purposive sampling.
Asupan asam lemak diukur menggunakan Semi
Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Status gizi ditentukan
berdasarkan IMT/U dan dikelompokkan menjadi non berat lebih/obesitas dan berat
lebih/obesitas, sedangkan persentase lemak
tubuh diukur dengan
Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Uji Fisher’s Exact digunakan untuk
menganalisis asupan SFA dan UFA, sedangkan rasio UFA/SFA dianalisis menggunakan
uji Mann–Whitney dan Kruskal–Wallis.
Hasil: Sebagian besar responden
memiliki status gizi non berat lebih/obesitas
(74,2%), persentase lemak tubuh normal (80,4%), asupan SFA tinggi
(68,0%), dan asupan UFA rendah
(79,4%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara asupan SFA, UFA, maupun
rasio UFA/SFA dengan
status gizi dan persentase lemak tubuh
(p>0,05). Persentase lemak tubuh berbeda menurut kategori status gizi
(p<0,001). Simpulan: Asupan SFA, UFA, dan rasio UFA/SFA
tidak berhubungan secara bermakna dengan status gizi maupun persentase lemak tubuh pada siswa SMP Negeri 15 Surakarta.