Indonesia mengalami perkembangan pembangunan infrastruktur yang cukup pesat dengan proyek seperti gedung, perumahan, dan jalan banyak ditemui hampir di setiap kota. Pertumbuhan yang cepat ini harus diiringi oleh ketersediaan bahan konstruksi yang banyak salah satunya adalah untuk beton ringan. Untuk mengurangi penggunaan semen dan kerikil serta menciptakan solusi konstruksi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, penelitian ini memanfaatkan limbah genteng dan styrofoam untuk digunakan sebagai bahan subtitusi dari agregat kasar dan halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi limbah genteng sebanyak 0,25 dan variasi styrofoam dengan kadar 0,00; 0,10; 0,20 dan 0,30 dari berat agregat kasar dan volume agregat halus terhadap nilai kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton normal umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan beton normal adalah 21,33 MPa sedangkan beton dengan substitusi limbah genteng 0,25 dan variasi styrofoam 0,00; 0,10; 0,20 dan 0,30 masing-masing adalah 17,74 MPa; 17,27 MPa; 14,53 MPa dan 10,57 MPa. Modulus Elastisitas beton normal adalah 19681,00 MPa sedangkan beton dengan substitusi limbah genteng 25 dan variasi styrofoam 0,00; 0,10; 0,20 dan 0,30 masing-masing adalah 17893,47 MPa; 17311,92 MPa, 15549,44 MPa dan 12698,58 MPa.