Abstrak
Analisis Gaya Bahasa Kiasan Pentigraf Bertema Ekoterapi Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Karanganyar dan Pemanfaatannya sebagai Pemetaan Potensi Siswa
Oleh :
Salma Fauziah Raudatul Jannah - K1222074 - Fak. KIP
Salma
Fauziah Raudatul Jannah. K1222074. Pembimbing: Dr. Atikah Anindyarini, M. Hum. ANALISIS
GAYA BAHASA KIASAN PENTIGRAF BERTEMA EKOTERAPI SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1
KARANGANYAR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PEMETAAN POTENSI SISWA. Skripsi,
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Surakarta, Mei 2026.Penelitian
ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan interpretasi makna gaya
bahasa kiasan yang digunakan siswa kelas XI-1 dalam pentigraf bertema ekoterapi
dan (2) mendeskripsikan pemanfaatan gaya bahasa kiasan pentigraf bertema
ekoterapi siswa kelas XI-1 sebagai bahan pemetaan potensi gaya bahasa siswa di
SMK. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif pendekatan analisis isi.
Sumber data penelitian pentigraf refleksi siswa kelas XI-1 bertema ekoterapi
dan wawancara perwakilan siswa dan guru bahasa Indonesia XI-1. Teknik
pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Setelah data
didapatkan, dilakukan analisis isi pentigraf dan wawancara dengan informan.
Teknik uji validitas menggunakan triangulasi teori Gorys Keraf dan triangulasi
sumber melalui wawancara. Teknik analisis mengalir model Miles & Huberman
dengan tahapan, yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari 113
data dalam 32 pentigraf, berikut penjabaran hasil penelitian ini. Pertama,
diperoleh hasil bahwa bentuk gaya bahasa siswa yang dianalisis dengan langsung
tidaknya makna menggunakan jenis gaya bahasa kiasan. Terdapat empat gaya bahasa
kiasan yang digunakan oleh siswa, yaitu personifikasi, metafora, simile, dan alegori.
Gaya bahasa yang digunakan didominasi gaya bahasa pertautan yang menyimbolkan
karakteristik penulis dengan visualisasi tumbuhan yang dipilih. Kedua,
peneliti mendeskripsikan dan menjelaskan makna setiap pentigraf secara
kognitif, afektif, dan psikomotor yang mendapatkan temuan kategori sedang
hingga tinggi melalui penilaian deskriptif masing-masing pentigraf. Hal
tersebut sekaligus pemetaan terhadap masing-masing pentigraf. Ketiga,
pemanfaatan hasil analisis gaya bahasa kiasan digunakan untuk membuat pemetaan
yang berisikan penyajian pentigraf beserta distribusi gaya bahasa kiasan, deskripsi
dan penjelasan maknanya, penilaian deskriptif, dan hasil identifikasi kesiapan
belajar peserta didik. Identifikasi yang dijabarkan adalah kesiapan belajar,
pengetahuan awal, minat dan kebutuhan belajar, dan latar belakang pembelajaran.
Pemanfaatan ini difungsikan sebagai referensi untuk membuat Rencana
Pembelajaran Mendalam (RPM) yang digunakan untuk Bab 4 Menulis Puisi yang
Menginspirasikan Adanya Kesempatan untuk Semua, khususnya pada subbab Menulis
Puisi Berdasarkan Cerpen bagian unsur pembangun fisik, gaya bahasa figuratif.
Hasil penilaian oleh guru dinyatakan sangat layak dengan perolehan skor 95 dari
100. Sementara itu, hasil penilaian oleh praktisi bidang psikologi sastra
secara validitas isi memperoleh skor 94,3 dari 100. Hal tersebut menjadi kajian
bersama terkait dengan pemanfaatan karya siswa melalui penelusuran potensi sebagai
sistem berkelanjutan untuk merealisasi pendekatan pembelajaran mendalam yang
bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik dan
kebutuhan siswa.