Abstrak
Budidaya Timun Baby (Cucumis sativus L.) dengan Berbagai Jenis Penutup Tanah
Oleh :
Yulyani Tyas Sasmitasari - V4123089 - Sekolah Vokasi
Timun baby (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Produksi timun baby dipengaruhi oleh penggunaan penutup tanah yang berfungsi menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, serta menciptakan kondisi lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk memahami pengaruh berbagai jenis penutup tanah terhadap pertumbuhan dan hasil timun baby, menganalisis kelayakan usahatani, dan mempraktikkan pemasaran hasil panen sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi produk. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Tulakankulon, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada bulan 15 Maret hingga 30 Mei 2026. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lingkungan, praktik budidaya secara langsung, pemasaran dan, analisis usahatani. Budidaya menggunakan benih timun baby varietas Bella F1 dengan empat aplikasi penutup tanah, yaitu tanpa penutup tanah, mulsa plastik, mulsa jerami, dan Arachis pintoi. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, diameter buah, dan berat buah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan penutup tanah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman timun baby. Aplikasi mulsa plastik menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi lainnya karena mampu menjaga kelembaban tanah, mengurangi kehilangan air akibat penguapan, serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan unsur hara. Aplikasi mulsa jerami dan Arachis pintoi memberikan pengaruh positif terhadap kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman, meskipun hasil yang diperoleh masih lebih rendah dibandingkan mulsa plastik. Sementara itu, aplikasi tanpa penutup tanah menunjukkan hasil pertumbuhan dan produksi yang relatif lebih rendah. Analisis usahatani dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, B/C ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil analisis menunjukkan bahwa budidaya timun baby layak untuk diusahakan karena mampu memberikan keuntungan dan nilai kelayakan usaha yang positif. Pemasaran hasil panen dilakukan secara langsung kepada masyarakat sekitar dan pedagang lokal dengan menerapkan strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) serta bauran pemasaran 4P (Product, Price, Place, Promotion). Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan penutup tanah, khususnya mulsa plastik, mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil timun baby serta mendukung kelayakan usaha budidaya. Selain itu, penerapan strategi pemasaran yang tepat dapat membantu meningkatkan nilai jual dan daya saing produk di pasar.