Abstrak
Lapisan Pemahaman Konsep Siswa SMAN 3 Sukoharjo dalam Menyelesaikan Persamaan Eksponensial Berdasarkan Teori Pirie-Kieren Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent
Oleh :
Eden Imanuella - K1322035 - Fak. KIP
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan lapisan pemahaman konsep siswa dengan gaya kognitif field dependent pada materi eksponensial, dan (2) mendeskripsikan lapisan pemahaman konsep siswa dengan gaya kognitif field independent pada materi eksponensial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang sumber datanya meliputi informan yaitu siswa kelas X SMA Negeri 3 Sukoharjo serta dokumen berupa hasil pekerjaan dan rekam suara. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas dan untuk menguji validitas data tersebut digunakan triangulasi waktu. Adapun proses analisis data dalam penelitian ini mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara siswa bergaya kognitif field dependent dan field independent dalam perkembangan lapisan pemahamannya. Siswa field dependent mencapai tujuh dari delapan lapisan pemahaman dalam teori Pirie-Kieren, yaitu primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalising, observing, dan structuring, namun belum mencapai lapisan inventising. Dalam proses perkembangan pemahamannya, siswa field dependent cenderung melihat permasalahan secara global dan kurang analitis sehingga kerap melewatkan bagian-bagian teknis, serta menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada bimbingan eksternal. Proses folding back ditemukan secara konsisten pada siswa dengan gaya kognitif ini sebagai mekanisme untuk melengkapi pemahaman yang belum terbentuk secara lengkap. Sebaliknya, siswa field independent berhasil mencapai delapan lapisan pemahaman hingga lapisan inventising, dengan perkembangan yang berlangsung secara mandiri dan menyeluruh. Siswa field independent mampu menganalisis permasalahan secara analitis, serta menciptakan permasalahan matematis baru secara terarah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa gaya kognitif berpengaruh terhadap pola pertumbuhan pemahaman konsep siswa, sehingga perlu dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran yang mendukung perkembangan pemahaman secara optimal. Bagi peneliti lain disarankan untuk merancang penelitian lanjutan mengenai efektivitas pemberian scaffolding yang terstruktur dalam membantu siswa field dependent mencapai lapisan inventising.