Abstrak


Mitos lan Nilai Indigenous sajrone Crita Sendhang Ki Truna Lele ing Baseng Kabupaten Sukoharjo sarta Relevansine minangka Materi Ajar Basa Jawa ing SMP


Oleh :
Balqis Al Barodu - K4222011 - Fak. KIP

Cerita legenda merupakan wujud ekspresi budaya yang memuat kearifan lokal masarakat pemiliknya, namun di era modern ini pengetahuan lokal tersebut mulai kurang dikenali dan menjadi masalah dalam pelestarian budaya. Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan untuk melestarikan dan menambah pengetahuan budaya kepada masarakat, khususnya generasi muda. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) mitos, (2) nilai indigenous, dan (3) relevansinya sebagai materi ajar Bahasa Jawa di SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara kepada informan yang didukung oleh observasi lapangan dan dokumen. Pemilihan subjek penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling Pisau analisis yang digunakan adalah teori semiotika Roland Barthes untuk membedah mitos, serta antropologi interpretatif Clifford Geertz untuk mengkaji nilai indigenous. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Sendhang Ki Truna Lele mengandung sistem tanda budaya berupa mitos yang mengakar dalam kehidupan praktis dan spiritual masarakat. Nilai indigenous yang ditemukan meliputi aspek moral, sosial, spiritual, dan ekologis yang berfungsi menjaga keharmonisan komunitas lokal. Selain itu, cerita legendha ini memiliki relevansi yang kuat sebagai materi ajar Bahasa Jawa kontekstual di SMP, khususnya pada Capaian Pembelajaran Fase D elemen menyimak kelas VIII semester ganjil teks legenda. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan alternatif bahan ajar yang dekat dengan lingkungan siswa sekaligus menjadi sarana pelestarian kearifan lokal