Abstrak
Pola Spasial Permukiman Kawasan Peri-Urban
Oleh :
Muhammad Iqbal - I0619029 - Fak. Teknik
Permukiman di kawasan peri-urban mengalami dinamika perkembangan yang pesat akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, sementara ketersediaan lahan terbatas. Kalurahan Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah peri-urban yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta sehingga rentan mengalami tekanan urbanisasi dan perubahan pola spasial permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial permukiman di Kalurahan Singosaren sebagai kawasan peri-urban. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan berupa 1.752 titik centroid bangunan permukiman hasil digitasi pada luas wilayah studi 75 hektar. Analisis dilakukan melalui dua metode berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), yaitu Average Nearest Neighbor (ANN) untuk mengidentifikasi pola sebaran bangunan secara statistik, dan Kernel Density Estimation (KDE) untuk memetakan kepadatan bangunan secara spasial. Hasil kedua metode kemudian diintegrasikan melalui analisis deskriptif. Hasil analisis ANN menunjukkan nilai Nearest Neighbor Ratio sebesar 0,956225 dengan z-score -3,505253 dan p-value 0,000456, yang mengindikasikan pola sebaran bangunan bersifat mengelompok (clustered) secara signifikan. Hasil KDE menunjukkan kepadatan bangunan rata-rata 23,36 bangunan/hektar (kategori rendah), dengan klaster kepadatan lebih tinggi di wilayah utara (Dukuh I dan Dukuh II), sedangkan wilayah tengah dan selatan (Dukuh III) masih mempertahankan kepadatan sangat rendah hingga rendah. Pembahasan menunjukkan bahwa pola mengelompok tersebut terkonsentrasi mengikuti jaringan jalan dan kedekatan dengan Kota Yogyakarta, mengindikasikan gejala urban sprawl dan proses becoming urban (Yunus, 2008). Dapat disimpulkan bahwa permukiman Kalurahan Singosaren memiliki pola spasial mengelompok dengan tingkat kepadatan yang bervariasi secara lokal, mencerminkan dualisme karakter kekotaan di utara dan karakter kedesaan di wilayah tengah-selatan sebagai ciri khas kawasan peri-urban.