Abstrak


Evaluasi Kuat Tekan dan Serapan Air Paving Block Berbahan Serbuk Bata Merah dengan Air Laut sebagai Mixing Water


Oleh :
Dyah Ayu Dwi Safitri - V4223021 - Sekolah Vokasi

Kawasan pantai di Indonesia menghadapi dua masalah yang saling terkait, yaitu kurangnya akses terhadap air bersih dan penumpukan limbah bata merah yang sulit terurai secara alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk menganalisis dampak penggantian serbuk bata merah sebagai agregat halus dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap kekuatan tekan dan daya serap air pada paving block yang dibuat menggunakan air laut sintetis mengacu pada standar ASTM D1141-98 sebagai pengganti air bersih. Sebanyak 20 buah paving block dibuat sebagai benda uji pada penelitian ini, dengan masing-masing variasi menggunakan 4 buah sampel. Rasio campuran semen dan pasir yang diterapkan adalah 1:3 dengan ukuran benda uji 20 cm × 10 cm × 6 cm, dan pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Parameter yang dianalisis mencakup kekuatan tekan dan daya serap air, yang kemudian dibandingkan dengan standar kualitas SNI 03-0691-1996.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, penambahan serbuk bata merah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan nilai kuat tekan paving block. Selain itu, hasil pengujian daya serap air menunjukkan bahwa penambahan serbuk bata merah terbukti dapat menurunkan tingkat penyerapan air paving block. Variasi yang paling optimal ditemukan pada substitusi serbuk bata merah 10% (B2) dengan kekuatan tekan rata-rata 18,47 MPa dan daya serap air 4,18%. Pada variasi 15% (B3), kekuatan tekan turun menjadi 13,19 MPa dan daya serap air meningkat kembali menjadi 5,12%, menunjukkan adanya batas optimal dalam penggunaan serbuk bata merah. Semua variasi yang menggunakan serbuk bata merah memenuhi kriteria kualitas minimal SNI 03-0691-1996, yang membuktikan bahwa kombinasi serbuk bata merah dan air laut dapat menjadi solusi konstruksi yang praktis bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir.