Abstrak
Analisis Implementasi Fidelity Layanan USG dalam ANC terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Kabupaten Sragen
Oleh :
Rini Nur Hayati - S022502009 - Fak. Kedokteran
Latar Belakang : Pelayanan antenatal care (ANC) dengan pemeriksaan USG diPuskesmas penting untuk deteksi dini risiko kehamilan, namun implementasinya diKabupaten Sragen belum optimal karena adanya kesenjangan capaian sasaran target.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran implementation fidelity pelayananUSG dari perspektif penyedia layanan dan pasien, menentukan prioritas perbaikanberdasarkan nilai Quality Impact Score (QIS), serta menganalisis faktor yangmemengaruhi kepuasan ibu hamil terhadap layanan tersebut.Subjek dan Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 di enam puskesmas KabupatenSragen. Pemilihan lokasi puskesmas menggunakan teknik stratified proportionalsampling berdasarkan capaian indikator pelayanan antenatal (K1 dan K5). Sampelpenelitian terdiri dari 263 ibu hamil yang dipilih secara proportional allocation dan 6 dokterpelaksana USG sebagai sampel pendukung. Data dari pasien dikumpulkan menggunakankuesioner QUOTE TB-Light dan instrumen implementation fidelity, sedangkan data daridokter dikumpulkan melalui checklist implementation fidelity. Analisis data dilakukansecara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil : Fidelity layanan USG dari perspektif petugas baik pada ketersediaan dankompetensi SDM, namun bervariasi pada prosedur dan komponen pemeriksaan. Dariperspektif pasien, kesenjangan terbesar (QIS) terdapat pada aspek kejelasan penjelasanhasil dan keterampilan nakes. Analisis multivariat pada aspek kejelasan penjelasan hasilUSG menunjukkan kepuasan dipengaruhi secara signifikan oleh status bekerja(AOR=1,80; 95%CI: 1,01–3,20), persepsi ketersediaan SDM (AOR=0,25; 95%CI: 0,07–0,95), serta kompetensi SDM (AOR=0,31; 95%CI: 0,11–0,84). Sementara itu, tingginyaharapan terhadap aspek kejelasan hasil dipengaruhi oleh prosedur pelayanan yang baik(AOR=12,27; 95%CI: 1,48–101,6). Pada aspek kemampuan dan keterampilan nakes,kepuasan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan SMA (AOR=0,47; 95%CI: 0,25–0,90) danperguruan tinggi (AOR=0,33; 95%CI: 0,11–0,95), sedangkan harapan yang tinggidipengaruhi oleh pendidikan perguruan tinggi (AOR=2,84; 95%CI: 1,24–6,49). Selain itu,kompetensi SDM yang baik terbukti menurunkan risiko nakes untuk dijadikan prioritasperbaikan (AOR=0,21; 95%CI: 0,05–0,79). Seluruh hasil tersebut bernilai p<0,05.Kesimpulan : Kesenjangan mutu pelayanan USG tertinggi teridentifikasi pada dimensikejelasan penjelasan hasil dan keterampilan teknis nakes. Prosedur pelayanan merupakanprediktor paling kuat terhadap tingginya harapan pasien (AOR=12,27; 95%CI: 1,48–101,6). Sementara itu, kompetensi SDM merupakan faktor paling konsisten karenasignifikan meningkatkan kepuasan pasien (AOR=0,31; 95%CI: 0,11–0,84) sekaligusmenurunkan probabilitas aspek keterampilan nakes untuk ditempatkan sebagai prioritasperbaikan (AOR=0,21; 95%CI: 0,05–0,79).