Abstrak


Analisis Beban Kerja dan Efektivitas Pemanfaatan Tenaga Kerja Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) pada Divisi Produksi Solo Technopark


Oleh :
Habib Annajjar - V1623041 - Sekolah Vokasi

Divisi Produksi Solo Technopark, khususnya Bengkel CNC, menghadapi ketidakseimbangan beban kerja akibat tingginya jam lembur sepanjang 2025, yang mengindikasikan kesenjangan antara volume pekerjaan dan kapasitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja, kendala operasional, distribusi beban kerja, dan strategi optimalisasinya di Divisi Produksi Solo Technopark.Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi jam lembur serta jam operasional mesin CNC tahun 2025, yang dianalisis dengan metode Full Time Equivalent (FTE) membandingkan waktu kerja dibutuhkan terhadap waktu kerja efektif tersedia.Hasil analisis menunjukkan Pekerja Mesin CNC FIRST MCV-1000 memiliki FTE 0,98 (underload) dan Pekerja Mesin CNC WELE CV-1060 memiliki FTE 1,05 (inload), namun gabungannya mencapai 2,03 (overload) karena satu pekerja mengoperasikan kedua mesin sekaligus, sedangkan Pekerja Mesin Lathe CNC GOODWAY memiliki FTE 1,32 (overload). Overload menyebabkan kelelahan fisik-mental dan risiko kesalahan produksi, dipicu manajemen produksi belum optimal, keterbatasan SDM, maintenance tidak terjadwal, dan penekanan anggaran. Penelitian merekomendasikan pengendalian stok cutting tool dengan Min-Max Inventory, Preventive Maintenance terjadwal, dan pengendalian volume order berbasis kapasitas produksi guna menyeimbangkan beban kerja dan meningkatkan efisiensi operasional Divisi Produksi Solo Technopark.