Abstrak


PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM KLORIDA DARI AMONIUM SULFAT DAN SODIUM KLORIDA KAPASITAS 200.000 TON/TAHUN


Oleh :
Keisya Widyadhana Nawangsari - I0522058 - Fak. Teknik

Evelyne Patricia Ngandiri, Keisya Widyadhana Nawangsari, 2026. Prarancangan Pabrik Amonium Klorida dari Amonium Sulfat dan Sodium Klorida Kapasitas 200.000 Ton/Tahun. Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret.Amonium klorida (NH₄Cl) merupakan garam anorganik yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri. NH₄Cl digunakan sebagai bahan baku baterai kering tipe Leclanché, flux pada proses galvanisasi dan penyolderan logam, pupuk, serta bahan farmasi sebagai ekspektoran. Pabrik amonium klorida direncanakan beroperasi pada tahun 2029 di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas 200.000 ton/tahun. Satu kg produk NH₄Cl membutuhkan 1,315 kg (NH₄)₂SO4, 1,163 kg NaCl, dan 5,396 kg H2O. Selain menghasilkan amonium klorida sebagai produk utama, proses ini juga menghasilkan sodium sulfat (Na₂SO₄) sebesar 1,36 kg/kg produk sebagai produk samping yang memiliki nilai ekonomi dan limbah 5,63 kg/kg produk.Proses pembuatan NH₄Cl terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembentukan produk, dan pemurnian. Pada tahap persiapan, (NH₄)₂SO₄ dan NaCl dilarutkan dengan air secara terpisah dalam mixer sebelum direaksikan di reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) pada suhu 100°C, tekanan 1 atm, selama 6 menit dengan konversi 99%. Hasil reaksi dikristalkan dalam crystallizer (CR-101) untuk menghasilkan kristal Na₂SO₄ yang dipisahkan menggunakan centrifuge (CF-101), sedangkan filtrat diumpankan ke crystallizer (CR-102) untuk membentuk kristal NH₄Cl. Kristal NH₄Cl dipisahkan menggunakan centrifuge (CF-102), sedangkan mother liquor direcycle ke CR-101. Kristal kemudian dikeringkan dengan rotary dryer (RD-102) hingga kemurnian 99,95% dan disimpan di silo.Unit pendukung proses pabrik meliputi unit pengadaan air yang bersumber dari JIIPE berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dengan kebutuhan sebesar 0,007 m3/kg produk, unit pengadaan steam berupa saturated steam 250℃ sebesar 0,874 kg/kg produk dengan suhu, unit pengadaan udara tekan sebesar 0,0034 m3/kg produk dengan tekanan 4,05 bar, unit pengadaan listrik sebesar 0,0778 kWh/kg produk, serta unit pengadaan bahan bakar berupa Industrial Diesel Oil (IDO) 0,066 L/kg produk dan High Speed Diesel (HSD) 0,012 L/kg produk. Pabrik juga didukung dengan laboratorium untuk mengontrol mutu bahan baku, produk, dan air sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.Bentuk perusahaan yang dipilih yaitu Perseroan Terbatas (PT) menggunakan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja terdiri dari karyawan shift sebanyak 120 karyawan dan non-shift sebanyak 104 karyawan. Hasil perhitungan ekonomi, diperoleh TCI (Total Capital Investment) sebesar Rp3.943.716.327.999, NPV (Net Present Value) sebesar Rp4.216.009.305.176, ROROI (Rate of Return on Investment) sebesar 36,67%, PBP (Pay Back Period) selama 1,76 tahun, DPBP (Discounted Payback Period) selama 2,799 tahun, DCFROR (Discounted Cash Flow Rate of Return) sebesar 22,15%, BEP (Break Event Point) 41,91%, dan SDP (Shut Down Point) 15,77%. Berdasarkan analisis ekonomi, pabrik ini layak untuk didirikan.