Abstrak
Analisis Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengemasan Ekspor Produk Kaca Fragile pada CV Margo Glass Gallery
Oleh :
Iswari Putri Sejati - V1223036 - Sekolah Vokasi
Produk kaca
merupakan komoditas ekspor dengan tingkat kerapuhan (fragility) tinggi
sehingga rentan mengalami kerusakan selama distribusi internasional, menjadikan
Standar Operasional Prosedur (SOP) pengemasan sebagai faktor penentu
keberhasilan ekspor. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SOP
pengemasan ekspor di CV Margo Glass Gallery, mengidentifikasi potensi kegagalan
proses pengemasan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis
(FMEA), serta merumuskan rekomendasi perbaikan berdasarkan prioritas risiko. Penelitian
ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis
kuantitatif terbatas melalui metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA).
Data dikumpulkan melalui observasi partisipan pasif, wawancara semiterstruktur
dengan tiga informan kunci, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan
model interaktif Miles dan Huberman, serta dilengkapi dengan kalkulasi Risk
Priority Number (RPN) dari nilai Severity, Occurrence, dan Detection.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan indikator SOP yang diobservasi,
enam indikator telah terpenuhi, namun ditemukan dua deviasi kritis, yaitu
penggunaan bubble wrap hanya satu lapis dan label "Fragile"
yang hanya terpasang pada satu sisi kotak. Analisis FMEA mengidentifikasi tujuh
failure mode dengan nilai RPN seluruhnya di atas ambang batas, tiga tertinggi
yaitu handling oleh ekspedisi (RPN 448), transit LCL (RPN 336), dan
pelabelan tidak lengkap (RPN 294). Rekomendasi perbaikan disusun berjenjang
berdasarkan prioritas RPN, mencakup penguatan checklist QC, pelatihan staf, dan
koordinasi kontraktual dengan pihak ekspedisi untuk meminimalkan risiko
kerusakan produk selama distribusi ekspor.