Abstrak


MODERNISASI KONINKLIJKE MARINE DI HINDIA BELANDA DALAM MENGHADAPI JEPANG (1922-1942)


Oleh :
Teguh Nabil Muyassar - B0422077 - Fak. Ilmu Budaya

Jatuhnya Hindia Belanda ke tangan Jepang pada tahun 1942 menunjukkan keterbatasan sistem pertahanan kolonial Belanda dalam menghadapi perubahan geopolitik di Asia-Pasifik. Sebagai wilayah kepulauan, laut menjadi poros ekosistem di Hindia Belanda, mulai dari jalur logistik maupun mobilitas antar pulau, dalam pertahanan laut kekuatan maritim menjadi salah satu unsur penting bagi sistem pertahanan Hindia Belanda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan dan modernisasi Koninklijke Marine di Hindia Belanda serta peranannya dalam menghadapi ancaman geopolitik di Asia pasca Perang Dunia I hingga 1942.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan sumber seperti Indische Verslag 1939 dan Indische Staatsblad 1866 No. 140 serta surat kabar sezaman seperti Soerabaijasch Handelsblad 1940 dan sumber sekunder seperti artikel jurnal yang relevan dengan penelitian, lalu kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (penulisan sejarah).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah kolonial melakukan modernisasi angkatan laut melalui transformasi organisasi, penguatan infrastruktur pendukung, penambahan armada, dan peningkatan kesiapan operasional sebagai respon terhadap perubahan situasi keamanan di kawasan. Modernisasi tersebut meningkatkan kapasitas pertahanan maritim Hindia Belanda meskipun menghadapi kendala finansial dan dinamika politik dalam negeri. Namun, peningkatan tersebut belum mampu mengimbangi keunggulan industri militer, kapsitas opersional dan kekuatan strategis Kekaisaran Jepang menjelang Perang Dunia II sehingga tidak dapat mencegah jatuhnya Hindia Belanda pada tahun 1942.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah modernisasi yang dilakukan oleh pihak kolonial dapat dikatakan cukup berhasil dengan penguatan infrastuktur pendukung, penguatan armada, dan peningkatan kesiapan operasional. Namun, kekalahan Koninklijke Marine dalam menghadapi armada Kekaisaran Jepang tidak berarti menjadikan modernisasi tersebut gagal, melainkan karena memang secara kualitas dan kuantitas serta koordinasi yang dimiliki oleh armada Kekaisaran Jepang memang lebih baik dibanding pasukan pertahanan bentukan Sekutu bersama dengan Koninklijke Marine dibawah ABDACOM yang ketika itu minim dengan pelatihan dan koordinasi bersama.