Abstrak


PENGARUH EKSTRAK ETANOLIK DAUN KELOR TERHADAP EKSPRESI CASPASE-7 PULAU LANGERHANS TIKUS WISTAR MODEL SINDROM METABOLIK


Oleh :
Nadya Odelia Bakara - G0019151 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Sindrom metabolik menyebabkan resistensi insulin, hiperglikemia, dan peningkatan apoptosis sel β pankreas yang ditandai oleh meningkatnya ekspresi caspase-7. Ekstrak etanolik daun kelor mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan efek antioksidan dan antiapoptosis sehingga diduga mampu menurunkan ekspresi caspase-7 pada pulau Langerhans.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post-test only control group design menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol normal (K1), kontrol sindrom metabolik (K2), serta kelompok perlakuan ekstrak etanolik daun kelor dosis 150 mg/kgBB (K3), 250 mg/kgBB (K4), dan 350 mg/kgBB (K5). Sindrom metabolik diinduksi menggunakan diet tinggi lemak dan STZ-NAM. Ekspresi caspase-7 dinilai secara imunohistokimia menggunakan IDS. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, One-Way ANOVA, dan LSD.Hasil: Kelompok sindrom metabolik menunjukkan peningkatan berat badan, glukosa darah, trigliserida, LDL, serta penurunan HDL dibandingkan kontrol normal. Rerata IDS ekspresi caspase-7 tertinggi terdapat pada K2 (176,1±26,95) dan terendah pada K1 (118,7±10,51). Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,001). Uji LSD menunjukkan kelompok K4 tidak berbeda bermakna dengan K1 (p=0,196), tetapi berbeda bermakna dengan K2 (p<0,001), sedangkan K3 dan K5 masih berbeda bermakna dibandingkan K1. Simpulan: Pemberian ekstrak etanolik daun kelor berpengaruh terhadap penurunan ekspresi caspase-7 pada pulau Langerhans pankreas tikus Wistar model sindrom metabolik terinduksi. Dosis 250 mg/kgBB merupakan dosis yang memberikan efek paling optimal dalam menurunkan ekspresi caspase-7 hingga mendekati kondisi normal.