Abstrak


Pengaruh Kelembagaan terhadap Penawaran Kredit Perbankan di Negara Maju dan Berkembang pada Tahun 2007-2023


Oleh :
Rulinnanda Desta Aulia Nurhidayah - F0122160 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kelembagaan terhadap penawaran kredit perbankan di 30 negara maju dan 71 negara berkembang pada tahun 2007-2023. Variabel independen yang digunakan meliputi enam indikator World Governance Indicators (voice and accountability, political stability, government effectiveness, regulatory quality, rule of law, dan control of corruption), dan variabel kontrol yang terdiri dari real interest rate, non performing loan, capital adequacy ratio, per capita income, government expenditure, dan crisis dummy. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan estimasi robust standard error untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas kelembagaan tidak berpengaruh signifikan terhadap penawaran kredit perbankan. Perbedaan pengaruh hanya ditemukan pada indikator voice and accountability, yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran kredit di negara maju, tetapi tidak berpengaruh signifikan di negara berkembang. Sementara itu, variabel kontrol yang berpengaruh signifikan terhadap penawaran kredit meliputi real interest rate, yang berpengaruh positif dan signifikan di seluruh kelompok negara; non-performing loan, berpengaruh negatif dan signifikan di seluruh kelompok negara; capital adequacy ratio, berpengaruh negatif dan signifikan pada gabungan negara maju dan berkembang; dan per capita income, yang berpengaruh negatif dan signifikan di seluruh kelompok negara. Temuan ini mengindikasikan bahwa penawaran kredit lebih dipengaruhi oleh faktor internal perbankan dan kondisi makroekonomi dibandingkan kualitas kelembagaan secara umum. Oleh karena itu, rekomendasi kebijakan difokuskan pada penguatan stabilitas makroekonomi, peningkatan kesehatan perbankan, serta penguatan aspek kelembagaan untuk mendukung penyaluran kredit yang berkelanjutan.