Abstrak
MEKANISME PULL-OUT JACK LIKE GROUND ANCHOR PADA PASIR LEPAS MELALUI PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PEMODELAN NUMERIK
Oleh :
Dian Eksana Wibowo - T752202002 - Fak. Teknik
Perilaku angkur di dalam tanah
sangat dipengaruhi oleh gesekan dan interlocking
antar partikel, namun pada pasir lepas, kapasitas tarik terbatas karena
zona keruntuhan tidak berkembang optimal. Jack-like
ground anchor menawarkan solusi melalui mekanisme memperluas bidang kontak
tanah–angkur dan tahanan geser lebih besar. Angkur ini terinspirasi oleh scissor jack yang biasa dipakai untuk
dongkrak mekanik pada kendaraan dimana angkur akan mengembang akibat mekanisme
gaya torsi yang bekerja. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis perilaku jack-like
angkur terhadap pullout capacity,
menentukan nilai ultimate pullout capacity dan displacement menggunakan metode Mazurkiewicz berdasarkan variasi kepadatan relatif
(Dr) dan sudut bukaan, serta mengevaluasi kesesuaian model numerik PLAXIS
2D dan mengembangkan faktor koreksi untuk meningkatkan akurasi.Metode yang digunakan merupakan
pengujian skala laboratorium. Prototype jack-like ground
anchor rod
ukuran 12 mm, sayap 4 mm dan lebar 32 mm, terbuat dari bahan baja kualitas
tinggi. Angkur dimasukkan ke dalam silinder baja ketebalan 3 mm, dengan
diameter 1,2 m dan tinggi 1,2 m. Kemudian gaya torsi diberikan pada rod untuk
membuka sayap angkur sesuai dengan variasi sudut bukaan yang ditentukan yaitu
0°, 30°, 45°, 60°, dan 75°. Selanjutnya dilakukan pengurugan dengan lapisan pasir
pada 3 variasi kedalaman 50 cm, 75 cm, dan 100 cm. Kepadatan pasir dikondisikan
pada 3 variasi yaitu 27 %, 50 %, dan 80 %. Pengujian tarik angkur dilakukan dengan menggunakan hydraulic
jack kapasitas 100 kN dengan load cell 20 kN yang dipasang pada loading frame. Untuk mengukur pergerakan
angkur selama penarikan digunakan LVDT yang dibaca secara kontinyu menggunakan
data logger. Jumlah pengujian untuk semua variasi di atas mencapai 45 pengujian
yang masing-masing dilakukan sebanyak 3 kali. Interpretasi kapasitas tarik
angkur dilakukan pada kurva beban dan displacement menggunakan metode
Mazurkiewicz.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pullout capacity tertinggi tercapai pada
kedalaman 100 cm dan sudut bukaan 75°. Sudut bukaan 75° merupakan konfigurasi
paling efektif dalam meningkatkan pullout
capacity, terutama ketika dikombinasikan dengan tanah yang memiliki
kepadatan tinggi dan kedalaman penanaman yang mencukupi. Ultimate pullout capacity dan breakout factor meningkat dari sudut 0°
hingga 75°. Perbandingan antara hasil eksperimen, metode empiris, dan simulasi
numerik menunjukkan konsistensi tren, namun dengan deviasi yang bergantung pada
konfigurasi, sehingga diperlukan pengembangan faktor koreksi untuk meningkatkan
akurasi prediksi model numerik. Peningkatan
kepadatan relatif tanah menghasilkan deformasi yang lebih terlokalisasi dan
transfer beban yang lebih efektif di sekitar angkur. Kondisi ini membuktikan bahwa besarnya pullout capacity dominan dipengaruhi
oleh lebar bukaan angkur dan nilai density
ratio, dibandingkan dengan kedalaman penanaman angkur.