Abstrak


Hubungan Tingkat Stresor Psikososial dengan Usia Awal Penggunaan NAPZA pada Narapidana di Rutan Surakarta


Oleh :
Aliyya Putri Salsabila - G0022227 - Fak. Kedokteran

Latar belakang: Penggunaan NAPZA pada usia dini merupakan masalahkesehatan yang serius, di mana stresor psikososial diduga menjadi salah satu faktor pemicu utama. Namun, pola hubungan antara tingkat stresor dengan usia awal penggunaan NAPZA pada narapidana di rutan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan tingkat stresor psikososial dan usia awal penggunaan NAPZA pada narapidana di rutan.

Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling. Variabel stresor psikososial diukur menggunakan instrumen Skala Holmes-Rahe, sedangkan data usia awal penggunaan diperoleh melalui kuesioner data responden. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s Rho.

Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stresor yang tinggi. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa usia pertama kali responden menggunakan NAPZA rata-rata pada usia 20 tahun. Hasil uji korelasi tingkat stresor psikososial pada responden tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan usia awal penggunaan NAPZA, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.130 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0.147 (p > 0.05).

Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stresor psikososial dengan usia awal penggunaan NAPZA pada populasi ini. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang mempengaruhi usia awal penggunaan NAPZA.

Kata Kunci: Stresor Psikososial, Usia Awal Penggunaan NAPZA, Narapidana Rutan, Korelasi.