Abstrak


DESAIN INTERIOR PUSAT TERAPI SENI DENGAN KONSEP SENSORY THERAPEUTIC DI TANGERANG


Oleh :
Dzeha Sakyra Karlos - C0822021 - Fak. Seni Rupa dan Desain

Dokumen ini mencakup latar belakang masalah seperti stigma sosial, keterbatasan fasilitas, dengan Art therapy sebagai solusi melalui ekspresi seni visual, musik, tari, dan drama untuk memfasilitasi komunikasi emosional yang sulit diungkapkan secara verbal. Kajian teori mendalam membahas desain interior (Ching, 2011), elemen arsitektur terapeutik (warna, tekstur, pencahayaan alami, suara alam, aroma), konsep sensory therapeutic berbasis stimulasi panca indra, serta prinsip wabi-sabi untuk organic imperfection yang menenangkan tanpa tekanan kesempurnaan. Studi lapangan meliputi observasi di Art+ I Art Therapy (Tangerang Selatan), OutGrow Play Therapy (Kota Tangerang), dan RSJD dr. Arif Zainuddin (Surakarta), menghasilkan profil pengguna (alur aktivitas, preferensi), data lokasi asumsi 800-1200 m², serta analisis site (orientasi matahari/angin, kebisingan, vegetasi, aksesibilitas). Pembahasan konsep mencakup program ruang (konsultasi, psikoterapi, ruang seni lukis/kolase/pottery), matriks hubungan antar ruang, zoning kluster, sirkulasi network, ide visual (bentuk organik, furniture adaptif, warna netral hijau-biru-merah), dan sistem pendukung (akustik, penghawaan, keamanan).