Abstrak
Pengaruh Geometri Penampang Kerangka Terhadap Kekuatan, Massa, dan Kestabilan Meja Potong Kain Inklusif
Oleh :
Mohammad Hanif Putra Susetyo - I0322077 - Fak. Teknik
Penyandang
disabilitas fisik kaki masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengikuti
pelatihan vokasional, khususnya pada aktivitas pemotongan kain yang memerlukan
fasilitas kerja yang aman, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Saat
ini tengah dikembangkan rancangan meja potong kain inklusif dengan mekanisme
adjustable untuk mendukung pelatihan vokasional di Forum Komunikasi Difabel
Boyolali (FKDB). Namun, variasi geometri bahan kerangka yang digunakan
berpotensi memengaruhi kekuatan struktur, efisiensi material, dan kestabilan
meja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi geometri bahan
kerangka terhadap tegangan maksimum, massa struktur, dan center of mass (CoM), serta menentukan geometri kerangka yang
paling optimal. Penelitian menggunakan pendekatan Finite Element Analysis (FEA)
melalui simulasi static structural
analysis pada Autodesk Fusion 360. Material yang digunakan adalah baja ASTM
A500 Grade B berbentuk square hollow
section (SHS) dengan tiga variasi dimensi, yaitu 25 × 25 × 2 mm (dimensi
dalam 21 × 21 mm), 30 × 30 × 2 mm (dimensi dalam 26 × 26 mm), dan 40 × 40 × 2
mm (dimensi dalam 36 × 36 mm), yang selanjutnya disebut sebagai variasi 25-21
mm, 30-26 mm, dan 40-36 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan
dimensi profil menurunkan tegangan maksimum dari 178,09 MPa menjadi 84,83 MPa
dan 74,75 MPa, meningkatkan safety factor
dari 1,77 menjadi 3,71 dan 4,21, serta menggeser posisi center of mass
mendekati pusat geometri meja. Di sisi lain, massa struktur meningkat dari
31,15 kg menjadi 38,27 kg dan 51,52 kg. Berdasarkan tipping moment analysis, peningkatan
dimensi profil juga meningkatkan stability
ratio dari 1,00 menjadi 1,27 dan 1,85. Berdasarkan evaluasi simultan
terhadap kekuatan struktur, kemudahan pemindahan, dan kestabilan, variasi SHS
30 × 30 × 2 mm (30-26 mm) ditetapkan sebagai geometri optimal karena memberikan
keseimbangan terbaik antara kekuatan struktur, portabilitas, dan kestabilan,
dengan safety factor 3,71, massa 38,27 kg, dan stability ratio 1,27 dengan fitur penambah kestabilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi geometri bahan kerangka berpengaruh
terhadap karakteristik teknis meja potong kain inklusif dan dapat digunakan
sebagai dasar dalam pemilihan desain kerangka yang optimal.