Abstrak
Analisis Risiko Kerusakan Beras pada Tahap Pengangkutan Darat dalam Pengiriman Multimoda pada PT Silkargo Indonesia
Oleh :
Kenti Irawati - V1223037 - Sekolah Vokasi
Transportasi darat memiliki peran penting sebagai penghubung antarsimpul distribusi dalam pengiriman multimoda, terutama pada tahap akhir pengiriman yang rentan terhadap risiko kerusakan barang. Permasalahan ini terjadi pada pengiriman beras PT Silkargo Indonesia rute Sragen-Banjarmasin, ketika keterbatasan akses jalan menyebabkan dilakukan proses stripping dan pelangsiran, sehingga beras terpapar hujan dan mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alur pengiriman beras, menganalisis faktor penyebab risiko kerusakan, serta mengusulkan upaya pengendalian yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kerusakan beras paling besar terjadi pada proses stripping dan pengangkutan lanjutan akibat keterbatasan akses jalan menuju gudang penerima, dengan faktor operasional, lingkungan, dan manusia yang saling berkaitan. Kerusakan mengakibatkan sebagian beras basah, mengalami penurunan kualitas, serta menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tahap transportasi darat akhir merupakan titik kritis yang menentukan keberhasilan pengiriman multimoda. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian manajemen logistik dan manajemen risiko operasional pada titik alih moda, sedangkan secara praktis menjadi bahan evaluasi bagi PT Silkargo Indonesia dalam memperkuat prosedur kerja, perlindungan muatan, dan pengawasan operasional guna meminimalkan risiko kerusakan beras.