Abstrak
AKTIVITAS ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL DAUN Terminalia catappa L. TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus SERTA PENETAPAN KADAR KUERSETIN MENGGUNAKAN KLT-DENSITOMETRI
Oleh :
Fadella Noverya Reynanda - M0622024 - Fak. Kedokteran
Infeksi bakteri yang melibatkan
pembentukan biofilm merupakan salah satu penyebab menurunnya efektivitas terapi
antibakteri dan meningkatnya resistensi antibiotik, termasuk pada Escherichia
coli dan Staphylococcus aureus. Daun ketapang (Terminalia catappa
L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, di antaranya kuersetin, yang
berpotensi sebagai agen antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan konsentrasi ekstrak etanol daun ketapang yang memberikan aktivitas
antibiofilm tertinggi terhadap E. coli dan S. aureus, serta
mengidentifikasi kandungan kuersetin dalam ekstrak menggunakan metode
KLT-densitometri. Ekstrak diperoleh melalui metode ultrasonic assisted
extraction dengan pelarut etanol 70% (rendemen 19,97%; kadar air 4,85%).
Uji antibiofilm dilakukan pada konsentrasi stok 0,4; 0,6; 0,8; dan 1,0 mg/mL
dengan waktu optimum pembentukan biofilm 72 jam, dan dianalisis menggunakan
One-Way ANOVA. Hasil menunjukkan aktivitas
antibiofilm tertinggi yang terdapat pada konsentrasi 1,0 mg/mL dengan aktivitas
penghambatan biofilm sebesar 32,219% (E. coli) dan 34,735% (S. aureus),
serta degradasi biofilm sebesar 26,796% (E. coli) dan 28,735% (S.
aureus). Identifikasi melalui KLT-densitometri pada panjang gelombang
maksimum 298 nm menunjukkan bercak dengan nilai Rf 0,58 yang sesuai dengan
senyawa standar kuersetin, dengan persamaan regresi y = 83,613x – 4605,7 (r =
0,9993) dan kadar kuersetin rata-rata 2,057% ± 0,307%. Hasil ini memberikan
indikasi keberadaan kuersetin yang berpotensi sebagai senyawa antibiofilm pada
ekstrak etanol daun ketapang.