Abstrak
Optimasi Sebaran Lampu LED untuk Penerangan Ruangan Indoor Berbasis Multi-objective dengan Validasi DIALux dan Pengukuran Langsung
Oleh :
Faizal Abdul Rouf Asyahari - I312502005 - Fak. Teknik
Pencahayaan buatan pada ruangan indoor berperan
penting dalam mendukung kenyamanan visual, produktivitas, dan efisiensi energi.
Penentuan jumlah, jenis, dan posisi lampu yang tidak tepat dapat menyebabkan
distribusi pencahayaan yang tidak merata, konsumsi daya yang tinggi, serta
tidak terpenuhinya standar iluminansi. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan mengembangkan metode optimasi multi-objective untuk menentukan
konfigurasi pencahayaan lampu LED indoor yang memenuhi standar
pencahayaan dengan konsumsi daya dan jumlah luminer yang minimum. Pertama,
dikembangkan program optimasi berbasis Python yang menggunakan dimensi ruangan,
fungsi ruangan sesuai SNI 6197:2020, dan spesifikasi fotometrik lampu LED
sebagai masukan untuk menghasilkan jenis, jumlah, posisi lampu, nilai
iluminansi, dan Lighting Power Density (LPD) menggunakan model
fotometrik Lambertian dengan pendekatan heuristic evolutionary
multi-objective optimization. Kedua, hasil optimasi dievaluasi melalui
simulasi menggunakan DIALux evo. Ketiga, hasilnya divalidasi menggunakan luxmeter
melalui perbandingan dengan hasil model komputasi dan simulasi DIALux.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang
dikembangkan mampu menghasilkan konfigurasi pencahayaan pada berbagai ukuran
ruang dengan distribusi iluminansi yang sesuai dengan target perancangan dan
penggunaan energi yang efisien. Perbandingan antara hasil program, simulasi
DIALux, dan pengukuran langsung menunjukkan pola distribusi pencahayaan yang
konsisten dengan tingkat kesesuaian yang baik. Hasil validasi menunjukkan bahwa
perbedaan rata-rata iluminansi (Eavg) antara hasil optimasi,
simulasi DIALux, dan pengukuran langsung berada pada kisaran 6–17%, sedangkan
nilai LPD yang diperoleh berkisar antara 4,89–5,50 W/m², lebih rendah dari
batas maksimum 6,35 W/m² sesuai SNI 6197:2020. Selain memenuhi aspek kualitas
pencahayaan melalui parameter rata-rata iluminansi (Eavg),
iluminansi minimum (Emin), dan keseragaman pencahayaan (uniformity),
konfigurasi yang diperoleh juga menghasilkan nilai LPD yang rendah sehingga
menunjukkan efisiensi penggunaan energi listrik.Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
metode optimasi yang dikembangkan mampu menentukan konfigurasi pencahayaan LED indoor
secara efektif dengan mempertimbangkan kualitas pencahayaan dan efisiensi
energi secara bersamaan. Integrasi antara program optimasi, simulasi DIALux,
dan validasi pengukuran langsung menghasilkan pendekatan yang komprehensif dan
dapat digunakan sebagai alternatif dalam perancangan sistem pencahayaan
bangunan pada berbagai ukuran ruang.Kata kunci: optimasi multi-objective,
pencahayaan LED indoor, heuristic evolutionary optimization,
DIALux evo, Lighting Power Density (LPD), validasi eksperimental.