Abstrak


EFEK ANTIDEPRESAN TERHADAP PARAMETER GASTROINTESTINAL DAN KARDIOMETABOLIK PADA PASIEN ANXIETY DISORDER


Oleh :
Afrizian Razzan - M0622004 - Fak. Kedokteran

Antidepresan menjadi pilihan utama dalam terapi gangguan kecemasan. Penggunaan antidepresan dapat menimbulkan efek pada sistem gastrointestinal dan kardiometabolik yang perlu dipantau secara klinis.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan parameter gastrointestinal (mual-muntah dan nyeri abdomen) serta parameter kardiometabolik (tekanan darah, berat badan, heart rate, respiratory rate) pada pasien anxiety disorder terapi SSRI terhadap TCA. Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis dari 96 pasien dewasa (≥18 tahun) dengan diagnosis anxiety disorder di RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Januari 2019-April 2026. analisis data perubahan parameter gastrointestinal  dan kardiometabolik menggunakan uji McNemar untuk data berpasangan sedangkan antar golongan diuji dengan Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antidepresan selama 3 bulan meningkatkan kejadian mual-muntah secara signifikan pada golongan SSRI (p=0,002) dan TCA (p=0,000), serta kejadian nyeri abdomen juga meningkat signifikan pada SSRI (p=0,003) dan TCA (p=0,000), namun tidak terdapat perbedaan bermakna antar golongan terhadap perubahan gastrointestinal (mual-muntah (p=0,122; nyeri abdomen p=0,156). Pada parameter kardiometabolik, terjadi penurunan tekanan darah pada mayoritas pasien (SSRI 61,2%; TCA 62%), perubahan berat badan menunjukkan peningkatan pada 20,4% pasien SSRI dan 26,2% pasien TCA, heart rate lebih banyak meningkat pada golongan TCA (50%) dibandingkan SSRI (44,4%).Nilai respiratory rate tidak mengalami perubahan pada 90% pasien. Perbedaan bermakna antar golongan hanya ditemukan pada parameter berat badan (p=0,003). SSRI dan TCA memiliki potensi yang sama dalam meningkatkan mual-muntah serta nyeri abdomen secara signifikan dengan potensi antar golongan tidak ada perbedaan. Pada parameter kardiometabolik, efek kedua golongan bervariasi, dengan perbedaan bermakna hanya pada perubahan berat badan