Abstrak


DETERMINASI PREFERENSI CHILDFREE PADA GENERASI Z DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DINAMIKA KEPENDUDUKANDI KOTA SURAKARTA


Oleh :
Chandra Puspita Devi - V8022033 - Sekolah Vokasi

Kota Surakarta mengalami perubahan perilaku reproduksi yang ditandai dengan Total Fertility Rate (TFR) yang telah di bawah angka penggantian penduduk (replacement level) sebesar 1,79 pada tahun 2020, tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,20% pada periode 2024–2025, serta meningkatnya usia kawin pertama yang mencapai 29 tahun untuk laki-laki dan 26 tahun untuk perempuan pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dan orientasi hidup yang berpotensi memengaruhi pembentukan keluarga dan dinamika kependudukan, salah satunya melalui berkembangnya preferensi childfree di kalangan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi, penyajian, pengkodean, dan interpretasi data berdasarkan Teori Transisi Demografi Kedua, Teori Konstruksi Sosial, Teori Pilihan Rasional, dan Teori Modernsasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi childfree terbentuk melalui interaksi pengalaman personal, paparan media sosial, dan refleksi terhadap kondisi sosial, dengan determinasi sosial, ekonomi, dan budaya sebagai determinan utama. Temuan lain menunjukkan childfree dipandang sebagai upaya mencegah trauma antargenerasi, mencerminkan pergeseran makna anak dari investasi menjadi tanggung jawab, serta munculnya normalisasi perencanaan hari tua yang mandiri. Dalam konteks kependudukan, meningkatnya preferensi childfree berpotensi memengaruhi dinamika kependudukan Kota Surakarta melalui perubahan fertilitas dan struktur penduduk, peningkatan proporsi penduduk lanjut usia (aging population), perubahan struktur tenaga kerja dan pola konsumsi masyarakat, serta mendorong perlunya penyesuaian kebijakan kependudukan dan perlindungan sosial di masa depan.