Abstrak
Ideologi Pengarang Sasti Gotama dalam Novel Korpus Uterus (2025): Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt
Oleh :
Kisma Pradahati - B0222037 - Fak. Ilmu Budaya
Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh representasi isu aborsi, kekerasan seksual, dan
legalitas aborsi di Indonesia dalam novel Korpus Uterus karya Sasti Gotama.
Novel tersebut menghadirkan persoalan mengenai tubuh perempuan, trauma korban
kekerasan seksual, serta stigma sosial terhadap perempuan yang mengalami
kehamilan tidak diinginkan. Melalui kajian sosiologi sastra Ian Watt,
penelitian ini bertujuan mengungkap ideologi pengarang dengan menempatkan karya
sastra sebagai cermin sosial. Permasalahan penelitian meliputi: (i) bagaimana
latar sosiologis dan ideologi Sasti Gotama tercermin dalam karya-karyanya,
serta (ii) bagaimana tata naratif dalam novel Korpus Uterus (2025)
merepresentasikan realitas sosial. Penelitian
ini bertujuan untuk: (i) mengetahui latar belakang pengarang yang memengaruhi
penciptaan novel dan ideologi tercermin dalam karyanya, serta (ii)
mendeskripsikan tata naratif sebagai cermin sosial.Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan mimetik yang memandang
karya sastra sebagai representasi kehidupan nyata. Data primer berupa kutipan
naratif dalam novel Korpus Uterus (2025), sedangkan data sekunder
meliputi biografi pengarang, karya-karya Sasti Gotama, referensi teoretis,
penelitian terdahulu, serta dokumen hukum terkait isu yang dikaji. Pengumpulan
data dilakukan melalui teknik membaca dan mencatat untuk mengidentifikasi
struktur naratif, karakter, dan peristiwa yang berkaitan dengan representasi
aborsi akibat kekerasan seksual. Analisis data menggunakan teori sosiologi
sastra Ian Watt dengan fokus pada ideologi pengarang melalui struktur naratif,
karakterisasi, dan relasi antarperistiwa dalam novel.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa latar sosiologis Sasti Gotama sebagai dokter, ibu
rumah tangga, dan feminis memengaruhi penciptaan karya-karyanya. Ideologi yang
tercermin dalam novel Korpus Uterus (2025) adalah feminisme
eksistensialis yang dipengaruhi pemikiran Simone de Beauvoir. Selain itu, tata
naratif novel merepresentasikan realitas sosial mengenai kontrol terhadap tubuh
perempuan, stigma terhadap korban kekerasan seksual, serta sulitnya akses
terhadap aborsi aman dan legal di Indonesia.