;

Abstrak


Evaluasi Kemajuan Genetik Ayam Kedu yang Diseleksi Berdasarkan Sifat Bobot Badan Pada Tiga Generasi di Populasi Tertutup


Oleh :
Erliana Dwi Novitasari - S662402001 - Fak. Peternakan

Minimnya upaya perbaikan genetik dalam pengembangan bibit ayam Kedu unggul menjadi faktor laju pertumbuhan belum optimal sehingga produksi dan pemenuhan permintaan pasar akan bibit berkualitas yang seragam menjadi tidak stabil. Seleksi menjadi strategi penting untuk percepatan perbaikan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemajuan genetik (respon seleksi) tiga generasi ayam Kedu (G0-G2) pada populasi tertutup melalui konfirmasi data fenotip dan genotip. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Pertama, kandidasi gen penanda sifat pertumbuhan menggunakan metode systematic literature review (SLR). Kedua, validasi efektivitas seleksi dengan analisis fenotip dan molekuler. Konfirmasi data fenotip dengan parameter bobot badan. Uji statistik ANOVA menunjukkan kenaikan rata-rata bobot badan dari G0 - G2. Persentase kenaikan bobot badan populasi jantan sebesar 26% (umur 30 hari) dan 35% (umur 60 hari) sedangkan populasi betina sebesar 42% (umur 30 hari) dan 70% (umur 60 hari). Konfirmasi genotip menggunakan tiga marker gen pertumbuhan yaitu growth hormone (GH), insuline-like growth factor 1 (IGF1), dan insuline-like growth factor 2 (IGF2). Terjadi mutasi substitusi transisi dengan perubahan basa G → A (gen GH) dan basa T → C (gen IGF1 dan IGF2). Konfirmasi secara genotip menunjukkan perubahan frekuensi alel dan genotip dengan alel G (GH) serta alel T (IGF1 dan IGF2) merupakan alel yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan. Dengan demikian, peningkatan rata-rata fenotip populasi merupakan ekspresi perubahan frekuensi alel akibat seleksi dengan lingkungan yang dikontrol seragam. Integrasi kedua data memberikan validasi bahwa perubahan simultan fenotip dan genetik mengindikasikan respons seleksi yang positif dalam upaya percepatan perbaikan genetik ayam Kedu unggul dan seragam.