Abstrak


SURAT KABAR SOEARA RA'JAT DI HINDIA BELANDA 1918-1923


Oleh :
Galih Hermawan - B0422032 - Fak. Ilmu Budaya

Soeara Ra’jat merupakan surat kabar ideologi kiri berbahasa Melayu dibwah naungan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV), yang kelak bertransformasi menjadi Partai Komunis Hindia. Pendirian surat kabar ini menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa utamanya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat pribumi, yang pada waktu itu masih merasa asing dengan paham kiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika dan pengelolaan melalui catatan redaksi yang disebarkanPenelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup empat tahapan utama: heuristik (pengumpulan sumber arsip primer dan surat kabar sezaman), kritik sumber (verifikasi otentisitas dan kredibilitas), interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian Soeara Ra’jat pada tahun 1918 dilatarbelakangi oleh pencarian alternatif komunikasi massa. Soeara Ra’jat memilih menggunakan bahasa Melayu sebagai strategi taktis agar gagasannya dapat langsung menjangkau serta dipahami oleh masyarakat pribumi kelas bawah dan kaum buruh. Pada periode 1919-1920, Soeara Ra’jat mengalami proses indigenisasi ketika tokoh-tokoh pribumi seperti Darsono mengambil alih kepemimpinan redaksi. Memasuki periode 1921-1923, seiring dengan berubahnya wujud organisasi menjadi PKI, identitas dan arah Soeara Ra’jat turut berubah menjadi jauh lebih radikal, terstruktur, dan disiplin. Pada masa itu, pengelola surat kabar berjuang keras menjaga kelangsungan finansialnya lewat dinamika pengelolaan catatan redaksinya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Soeara Ra’jat tidak lagi sekadar menampung keluhan masyarakat. Gerakan kaum kiri pada masa itu juga turut memperluas sayapnya melalui instrumen seni, pendidikan, dan literasi kultural untuk menanamkan ideologi perlawanan yang semakin mengakar kuat di tingkat akar rumput.