Abstrak
PERAN FINTECH TERHADAP PENYALURAN KREDIT KECIL DAN MIKRO PERBANKAN DI INDONESIA
Oleh :
Muhammad Kautsar Athallah - F0422042 - Fak. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial
technology (fintech) lending terhadap penyaluran kredit usaha mikro dan usaha
kecil oleh perbankan di 34 provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan data panel periode Juli 2023–Desember 2025 yang
dianalisis menggunakan regresi data panel. Variabel dependen terdiri atas
penyaluran kredit usaha mikro dan kredit usaha kecil, sedangkan variabel
independen utama adalah outstanding fintech lending. Variabel kontrol yang
digunakan meliputi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK), inflasi, jumlah penduduk, dan kredit Bank Perekonomian Rakyat
(BPR). Berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Hausman, model terbaik yang digunakan
adalah Fixed Effect Model (FEM). Karena model mengalami heteroskedastisitas dan
autokorelasi, estimasi akhir dilakukan menggunakan FEM dengan cluster robust
standard errors pada tingkat provinsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
fintech lending berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit
usaha mikro maupun usaha kecil, sehingga mendukung hipotesis bahwa fintech
lending berperan sebagai komplementer terhadap pembiayaan perbankan. Pada model
kredit usaha mikro, fintech lending, pertumbuhan PDRB, dan kredit BPR
berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit, sedangkan IPM, inflasi,
indeks pembangunan TIK, dan jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan.
Sementara itu, pada model kredit usaha kecil, fintech lending, pertumbuhan
PDRB, IPM, inflasi, dan indeks pembangunan TIK berpengaruh positif dan
signifikan terhadap penyaluran kredit, sedangkan jumlah penduduk dan kredit BPR
tidak berpengaruh signifikan. Hasil subsample analysis menunjukkan bahwa
pengaruh fintech lending terhadap penyaluran kredit UMK berbeda antara wilayah
Jawa dan luar Jawa, yang mengindikasikan adanya perbedaan karakteristik ekonomi
dan perkembangan keuangan digital antarwilayah dalam memengaruhi hubungan tersebut