Abstrak
Pengaruh Game-Based Learning Berbantuan Wordwall Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pecahan pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Gugus R.A. Kartini
Oleh :
Huria Khansa Maulidian - K7122145 - Fak. KIP
Latar belakang penelitian ini terletak pada rendahnya penguasaan konsep
pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar, yang dipicu oleh sifat materi yang
abstrak dan pembelajaran yang berorientasi pada guru. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penggunaan paradigma Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based
Learning) yang dikombinasikan dengan media Wordwall terhadap
pengetahuan siswa kelas empat tentang konsep pecahan. Penelitian ini dilakukan
di SD Kartini, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif, dengan metode quasi-eksperimental Nonequivalent Control
Group Design. Sampel diambil menggunakan pengambilan cluster random
sampling dan terdiri dari kelas eksperimen (52 siswa) yang belajar
menggunakan berbasis permainan dan kelas kontrol (50 siswa) yang belajar secara
konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan konsep yang terdiri dari
20 pertanyaan pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif
dan inferensial, seperti uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji
homogenitas (Levene), uji keseimbangan, dan pengujian hipotesis (uji t
sampel independen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen
memiliki skor posttest rata-rata yang lebih tinggi (81,44) dibandingkan
kelompok kontrol (70,70). Hal ini didukung oleh temuan uji hipotesis, yang
menunjukkan tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa pemahaman konsep peserta didik mulai tampak secara nyata pada
tahap bermain menggunakan Wordwall, ketika peserta didik
mengidentifikasi, mencocokkan, mengelompokkan, dan menerapkan konsep pecahan
dalam menyelesaikan tantangan permainan. Dengan demikian, penerapan
pembelajaran berbasis permainan dengan Wordwall berpengaruh signifikan
dan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep materi pecahan peserta
didik kelas IV sekolah dasar dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.